Melalui US/UN, Mengukur Kwalitas Pendidikan di Daerah Ini
NABIRE - Pada kegiatan sosialisasi tahapan ujian akhir tahun pelajaran 2017/2018 tingkat Sekolah Dasar (SD/Mi) di Kabupaten Nabire, Ka
Bagikan
NABIRE - Pada kegiatan sosialisasi tahapan ujian akhir tahun pelajaran 2017/2018 tingkat Sekolah Dasar (SD/Mi) di Kabupaten Nabire, Kamis (1/3), yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan yang dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Viktor Tebay, S.Sos.,MAP, didamping Kepala Bidang SD Marinus Pekey, S.Ip. Pada arahan awal, Sekretaris Dinas mengatakan, melalui Ujian Sekolah dan Ujian Nasional (US/UN) kita akan mengukur kwalitas pendidikan di daerah ini, namun pada kenyataannya kwalitas pendidikan di Kabupaten Nabire akhir-akhir mengalami penurunan, hal ini bisa dibuktikan atau terlihat dari hasil olimpiade yang diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan. Dimana, anak-anak murid dijenjang satuan pendidikan yang ada di daerah ini tidak bisa lolos dan berhasil pada tingkat olimpiade tingkat provinsi dan selanjutnya ke tingkat nasional, akan tetapi semuanya kandas di tingkat provinsi, selanjutnya kembali ke sekolah masing-masing tanpa membawa hasil apapun ke daerah ini. Untuk itu, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan melihat dengan hasil yang menurun, maka para guru yang ada di semua jenjang satuan pendidikan diminta agar benar-benar menyiapkan semua siswa/siswi atau murid peserta ujian yang siap diberbagai hal di semua tingkatan guna mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh nilai yang maksimal. “Kepada bapak - ibu yang bertugas dijenjang pendidikan dasar (SD) perlu diingat dan dicatat bahwa pada tahun pelajaran 2016/2017 silam, telah ditemukan ada 54 anak lulusan SD yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (3 M) yang kini tersebar di sejumlah SMP yang ada di Kabupaten Nabire,” ungkapnya. Apabila hal ini terus dibiarkan, maka kini timbul pertanyaan bagi kita semua kira-kira selama 6 tahun mereka-mereka yang tidak bisa 3M, para guru buat apa di sekolah. Untuk itu, kembali selaku sekretaris memberikan solusi dengan meminta para guru yang ada di SD membuat jadwal tambahan jam mengajar atau les bagi anak-anak kita. Imbuhnya, maju mundurnya dunia pendidikan menjadi tanggung jawab guru yang bertugas di lapangan selaku ujung tombak kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemajuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan ada di pundak kepala-kepala sekolah masing-masing, untuk itu marilah kita perkuat pondasi dasar pendidikan dengan 3M. Sebab, kedepan atau mulai awal tahun pelajaran 2018/2019, selaku sekretaris akan meminta para kepala bidang, masing-masing untuk turun lapangan mengecek ke semua SMP yang ada di Nabire dan mendata murid SD yang telah lulus dan masuk SMP tanpa bisa membaca atau lulus tanpa mengetahui 3 M dan mengecek yang bersangkutan lulus dari SD mana. (des)
Bagikan artikel ini



