Meki Nawipa: Festival Budaya Bukan Formalitas, Ada Nilai Luhur

NABIRE - Pameran karya seni dan pertunjukan budaya Papua demi memajukan kreativitas pelajar Papua se-Provinsi Papua Tengah. Dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, Rabu (24/06/2026) mengatakan budaya-budaya orang Papua yang kalau tidak dijaga, dengan datangnya waktu dia akan selesai.
“Saya percaya dengan festival ini kita sedang meletakkan sebuah dasar fondasi bagi setiap umat manusia untuk mengenali dari mana mereka datang dan siapa mereka sesungguhnya, identitas mereka selama mereka ada di dunia ini,” ujarnya.

Meki juga menyampaikan, ini bagian dari orang Papua yang tidak terlepas dari kebiasaan dan budaya dan kami secara pribadi mengucap syukur karena budaya Papua masih ada.
Di negara-negara maju mulai kehilangan budaya dan budaya ini lebih mahal dari emas dan tembaga yang kita punya hari ini. “Ini menunjukkan identitas kita bahwa kita adalah orang Melanesia yang ada di atas tanah ini,” tegas Meki.
Festival budaya ini bukan hanya sebuah formalitas, tapi bagaimana melihat bahwa ada nilai-nilai leluhur di alam ini yang Tuhan ciptakan untuk bagaimana mewarisi dan maju terus ke depan.
Ada pun ada dua hal yang disampaikan gubernur yang mana, pertama mengenai bagaimana anak-anak muda SMA-SMP mengenai digitalisasi dan bijak media sosial.

“Kita berada di era digital. Gunakan gadget dan internet di tangan kalian untuk hal-hal positif. Jadikan teknologi sebagai alat untuk memperkenalkan kebudayaan Papua Tengah di tingkat nasional, bahkan dunia,” harapnya.
Dokumentasi tarian, musik dan kerajinan kalian, tambahnya, hari ini lalu sebarkan lewat media sosial agar dunia tahu betapa indahnya budaya kita. Jangan gunakan teknologi untuk menyebar hoaks atau hal negatif, tetapi jadilah agen literasi digital yang cerdas. Yang kedua, mengenai masa depan dan karakter diri. (rob)
Bagikan artikel ini



