Meki Nawipa: Ada Empat Poin Penting Pendidikan Gratis di Papua Tengah
NABIRE - Pendidikan jalan utama menuju perubahan yang berkelanjutan. Papua Tengah harus bisa menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.

NABIRE - Pendidikan jalan utama menuju perubahan yang berkelanjutan. Papua Tengah harus bisa menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Adapun empat poin penting yang dikatakan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH.
Dalam sambutannya pada acara pemaparan dan diskusi konsep pendidikan gratis di Aula Guets House Nabire, Kamis (17/4/25) Gubernur Meki Nawipa mengatakan, melalui kesempatan ini ia ingin menyampaikan beberapa poin penting.
Pertama, pemerintah membuka ruang sebesar-besarnya bagi kontribusi lembaga/ yayasan pendidikan dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis. Masukan dari lapangan sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan nyata.
“Kedua, kita akan mengidentifikasi wilayah-wilayah prioritas yang perlu segera mendapat intervensi, termasuk kondisi sekolah, tenaga pendidik serta kebutuhan siswa di lapangan,” ujarnya.
Dan ketiga, pemerintah siap menjalin kemitraan strategis dan berkeadilan dengan semua pihak yang memiliki komitmen terhadap pendidikan. Tidak ada anak Papua Tengah yang boleh tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, membangun pendidikan bukan hanya dengan dana, tapi juga dengan kepedulian, kebersamaan dan cinta kepada anak-anak kita,” harapnya.
Pendidikan gratis adalah fondasi keadilan sosial. “Di atas tanah Papua Tengah ini, kita memiliki anak-anak dari berbagai latar belakang, baik itu Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP. Mereka semua adalah anak-anak negeri ini, yang memiliki hak yang sama untuk bermimpi, tumbuh dan berhasil,” imbuh gubernur.
Bagi anak-anak OAP, pendidikan gratis adalah pintu untuk memperkuat identitas, mengangkat martabat, dan menciptakan generasi pemimpin masa depan yang berakar pada budaya lokal namun mampu bersaing secara global.
Pendidikan gratis bukan sekadar penghapusan biaya. Lebih dari itu, ini adalah komitmen moral untuk menghadirkan keadilan sosial, bahwa setiap anak, siapapun orang tuanya dan dimanapun ia tinggal, berhak memperoleh pendidikan yang layak.(rob)
Bagikan artikel ini



