NABIRE - Akhirnya pada Selasa 3 September 2019, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd didampingi Kepala Bidang SMP/MTs Melkias Pekey, S.Pd.S.Ip.,MM dan Kepala Bidang Pendidikkan dan Tenaga Kependidikan Mesak Mofu, S.Pd melakukan tatap muka bersama masyarakat Kampung Makimi.Pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire meminta agar masyarakat benar–benar melakukan pengawalan terhadap semua sekolah yang ada di wilayah Kampung Makimi, terutama pada SD YPK Syaloom Makimi dan SMP Negeri 3 Makimi.Apabila ada kepala sekolah yang dengan sengaja maupun guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pergi meninggalkan tempat tugas tanpa ada alasan atau kejelasan, masyarakat juga diminta untuk menyampaikan hal ini langsung kepada kepala dinas, sekertaris dan kepala bidang serta para pengawas yang ada di Kantor Dinas Pendidikan.Terkait dengan adanya kekosongan tenaga guru yang berstatus PNS, kepala dinas berjanji kedepan dirinya bersama staf akan menempatkan guru yang mau menjadi pelayan dan betah tinggal serta melaksanakan tugas, sehingga kepala dinas juga minta ada jalinan persaudaraan yang baik antara guru dan masyarakat Kampung Makimi.Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan Nabire juga meminta SD YPK Syaloom Makimi ini merupakan tempat meletakan pondasi awal Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik untuk kejenjang pendidikan yang berikutnya, maka semua murid SD YPK Makimi yang sudah naik kelas III wajib telah mengetahui membaca, menulis dan menghitung.Sebab, menurut kepala dinas yang juga mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Nabire di Makimi, perkembangan pendidikan di Kampung Makimi sangat merosot jauh, sementara Kampung Makimi merupakan salah satu kampung tertua di wilayah Kabupaten Nabire yang seharusnys lebih maju dalam bidang pendidikan.Karena SDM merupakan keberhasilan pembangunan dalam sebuah kampung, maka mulai saat ini pendidikan di Kampung Makimi harus dapat diperbaiki agar ada kemajuan di masa yang akan datang, maka guru yang kini berkelebihan di kota akan segera dimutasikan ke semua sekolah yang ada di pinggiran guna menjawab peningkatan SDM yang memadai.Sebab berdasarkqan data kepala dinas di SD YPK Syaloom Makimi hanya satu orang guru berstatus PNS, sementara lainnya merupakan guru honor dan SMPN 3 Makimi hanya dua orang guru PNS sedangkan yang lainnya merupakan guru-guru honor.Untuk itu, kepala dinas meminta masyarakat Kampung Makimi untuk berdaya guna membangun kampung dengan memberikan dukungan dan perhatian terhadap dunia Pendidikan, sebab setelah anak-anak kita sekolah dan pintar, selaku anak-anak negeri akan pulang dan membangun kampung.(des)