NABIRE – Salah seorang pedagang, Ibu Yuli mengatakan, kurangnya ketersediaan tempat sampah umum oleh pemerintah dapat mengakibatkan terjadinya penghamburan sampah yang cukup disoroti publik di Kabupaten Nabire. Penumpukan sampah tersebut, terdapat di Pasar Sore Siriwini Nabire merupakan ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat terhadap kebersihan.  Oleh Karena itu, masyarakat mengeluhkan penumpukan sampah raksasa di Pasar Sore ini karena sudah sejak lama pemerintah berdiam diri. “Penumpukan sampah sebanyak itu sudah sejak lama, namun sampai saat ini, pemerintah kabupaten Nabire belum menanganinya. Padahal, mereka punya hak dan tanggung jawab untuk menanggung semua serta itu merupakan masalah kebersihan yang perlu diatasi,” kata Yuli, Juma’t, (12/01/18). Menurut dia, jika pemerintah tidak menyediakan tempat sampah umum maka akan terpengaruh aktifitas di pasar dan juga bagi pengguna jalan secara umum. “Iya, kami minta kepada pemerintah segera berupaya semaksimal mungkin untuk  mengatasi permasalahan sampah sekabupaten Nabire serta diharapkan dapat menyediakan tempat sampah umum agar tidak terjadi penghamburan sampah sembarang,” katanya. Kata Yuli, kami sangat kecewa dengan pemerintah terkait penumpukan sampah di Pasar Sore ini. Karena, diistilahkan kami ini tidak punya pemerintah saja, padahal kami punya pemerintah untuk mengatur dan mengurus segala aspek mulai dari sisi makro maupun mikro. “Bukan hal baru terkait penumpukan sampah di tempat ini. Penumpukan sampah ini sejak lama namun pemerintah berdiam diri sehingga kami masyarakat khususnya pedagang sangat kecewa. Kalau sampahnya bertambah terus pasti dapat mempengaruhi aktifitas masyarakat pada umum. Pengaruhnya berbau busuk yang kian meluas di sekitar lingkungan pasar sehingga kami pun terganggu,” jelasnya.(ist)