NABIRE - Masyarakat Distrik Tomasiga, Kabupaten Intan Jaya memprotes dan menolak oknum anggota Panitia Pemungutan Distrik (PPD) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Intan Jaya, awal pekan ini. Mereka menolak karena terdapat seorang anggota PPD Distrik Tomosiga yang berasal dari distrik lain.Masyarakat Tomosiga juga menilai KPU Intan Jaya tidak konsisten dengan surat edaran KPU setempat yang memberi sinyal bahwa anggota PPD yang dipilih menurut masing-masing distrik, tidak ada anggota PPD dari distrik lain. Salah satu intelektual asal Distrik Tomosiga, Sabinus Ondouw, SIKom saat bertandang ke redaksi, Rabu (27/7) siang mengatakan penolakan masyarakat tersebut sudah diwujudkan melalui aksi demo mahasiswa di Kantor KPU Intan Jaya, Senin (25/7) lalu. Masyarakat menolak apabila anggota PPD Distrik Tomosiga yang berasal dari distrik lain bekerja sebagai PPD di distrik ini. Masyarakat, pelajar dan mahasiswa asal Distrik Tomosiga meminta KPU Intan Jaya agar mengganti 1 anggota PPD dari distrik lain dengan peserta seleksi anggota PPD dari Distrik Tomosiga.Sabinus menyambung aspirasi pelajar, mahasiswa dan masyarakat Tomosiga mengatakan menyambung aspirasi warga dari 9 kampung di Distrik Tomosiga meminta agar warga dari distrik lain tidak boleh bekerja sebagai PPD dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya. Masyarakat juga meminta KPU Intan Jaya agar sesuai Surat Edaran KPU Nomor 6 yang ditempel di dinding kantor KPU bahwa peserta dari distrik A tidak boleh diangkat sebagai PPD di distrik B. Oleh sebab itu, masyarakat tekankan PPD di Distrik Tomosiga harus anak yang ber KTP dari 9 kampung yang tersebar di Distrik Tomosiga.Sebab, kata Sabinus, pelaksanaan Pilkada Kabupaten Intan Jaya harus netral, tidak punya kepentingan apa-apa. “Kalau dulu boleh bisa dicurigai, ini lahanya pa Jack jadi begini dan begitu. Tetapi sekarang tidak, masyarakat dari Distrik Tomosiga mau netral,” kata mantan Ketua Panwas Pemilu Legislati 2014 Distrik Agisiga ini.Sabinus mewakili masyarakatnya menambahkan bukan menolak saudara-saudara yang lain tetapi berdasarakan beberapa pertimbangan yakni mengingat medan dan kondisi geografis terutama jalan apabila tidak ada pelayanan pesawat helly. Alasan lain, masyarakat tidak akan percaya pada aturan yang akan disampaikan oleh orang yang bukan dari kampung atau distrik mereka.Ia menambahkan, penolakan tersebut tidak ada maksud lain, hanya sebagai masukan dari putera daerah yang punya lahan kelahiran di Distrik Tomosiga. (ans)