NABIRE - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten nabire, baru mulai 2 dapur dan baru 3 sekolah dikarenakan belum mendapatkan refisi petunjuk teknis baru. 

Dimana, setiap dapur yang baru mulai itu hanya bisa melayani 500 sampai 1.000 penerima manfaat. Oleh sebab itu, dikarenakan SMPN 1 Nabire kurang lebih 974 lebih siswa/I, sehingga SMPN 1 Nabire dilayani.

"Apakah sekolah lain juga dilayani, tentu akan dilayani semuanya akan tetapi kita mengikuti tahapan-tahapannya. Kenapa harus 500 sampai 1.000 dahulu, karena kita membiasakan dulu karyawan yang berkerja di dapur. Terus yang ke2 kita mencegah kelangkahan pangan, kalo sampai 1 kali jalan 3.000, bayangkan banyak sekali sekolah yang kita layani langsung, kemungkinan Nabire akan menjadi kelangkahan pangan atau inflasi," kata Marsel ketika diwawancarai di SMPN 1 Nabire, Kamis (9/10/2025).

Marsel menambahkan, untuk daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) tentu akan dibangun dapur di 3T tersebut, jadi pulau Moor akan ada dapur khusus, wilayah Wapoga akan mempunyai dapur khusus, sehingga pendistribusian tidak hanya dari kota tetapi langsung dari kampung tersebut, di wilayah 3T itu sendiri dan hasil pangannya sendiri diambil dari wilayah tersebut.

Marsel juga menjelaskan, hambatan yang dihadapi tentang bagaimana masyarakat di kota Nabire dan orang tua untuk memahami program MBG saja. Hal tersebut menimbulkan isu-isu keracunan yang ada di media sosial dan membuat mereka cukup khawatir. 

"Sehingga membuat mereka berbicara tentang identitas dapur, proses produksi pengolahan hingga proses pengantaran. Sehingga kita memastikan sistem pengawasan kita perbuat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan kami juga mengupayakan maksimal agar tidak terjadi apa-apa," katanya.

Marsel menuturkan, untuk Kabupaten Nabire anggaran yang disiapkan untuk 1 siswa atau 1 kepala dihargai 22 ribu per porsi berdasarkan harga satuan tertinggi di daerah. Jadi setiap wilayah mempunyai satuan tersendiri dan mengikuti satuan daerah yang diterbitkan oleh bupati. 

"Seluruh anak di kabupaten Nabire harus dilayani tahun ini, dapur harus dibangun agar supaya pas di Januari tahun 2026 agar semua anak bisa makan. Kita akan menyampaikan kepada seluruh supplier yang ada di Kabupaten Nabire, CV, PT, yang bersedia untuk menjadi penadah bahan makanan untuk bisa mengambil makanan-makanan atau sayur-sayuran dan buah-buahan," tutupnya.(edi/via)