NABIRE – Dengan munculnya sejumlah kasus kejahatan, seperti pencurian, penjambretan hingga pembunuhan yang marak dan membuat masyarakat rasa ketakutam akhir-akhir ini, pihak sekolah diminta untuk mengurangi sejumlah kegiatan bagi anak-anak atau peserta didik di laur jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Sebab, dengan adanya kegiatan sekolah di luar jam KBM atau di sore hari seperti banyak orang tua murid yang tidak merespon atau mendukung, karena dengan sejumlah kasus kejahatan, orang tua murid turut merasa was-was. 

Untuk itu, selaku Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, kembali mengingatkan pihak sekolah agar dapat mengurangi sejumlah kegiatan bagi peserta didik yang dilaksanakan pada sore hari atau setelah jam KBM efektif. Sebab kasus kejahatan yang akhir-akhir ini terjadi sangat meresahkan dan mengancam nyawa manusia.

Dikatakan Melkias Keiya, kepada Papuapos Nabire, Rabu (6/8/2025) via telepon genggamnya, sesungguhnya kegiatan ekstrakurikuler itu sangat penting bagi kepentingan peserta didik, namun kejahatan yang mengancam nyawa manusia itu juga jauh lebih penting.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya informasi ini, marilah orang tua murid membangun hubungan kerja yang baik dan lebih erat bersama pihak sekolah agar di jam KBM aktif hingga kegiatan ekstrakurikuler di sore hari tetap dalam pengawasan ketat orang tua dan guru.

Sebab dengan kasus kejahatan yang terjadi berentetan tanpa rasa takut akan Tuhan, kini muncul lagi kasus pencurian dan pembunuhan ternak sapi yang baru saja viral di media sosial (Mensos), sehingga dengan semua kasus ini marilah kita bangun kerja sama dan keamanan di lingkungan keluarga dan tetangga.

Dan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire ingat pesan ini. “Selalu jaga rumah dan lingkungan, bepergian ke mana saja harus waspada, jangan keluar atau jalan di tempat–tempat sepi dan jangan suka keluar malam serta pergi yang seperlunya saja,” ajak Melkias Keiya.(des)