Mantan Sekda Nabire Pieter Erari Ajak OPD Berkolaborasi Wujudkan Visi "Nabire Hebat"

NABIRE - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Pieter Erari, S.E., M.Si, kembali hadir di tengah-tengah jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan motivasi. Dalam kegiatan Bappeda, di aula RRI, Selasa (19/8/2025), Erari menekankan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire. Kehadirannya ini merupakan undangan khusus dari Kepala Bappeda, yang diharapkan dapat menjadi suntikan semangat bagi para perencana pembangunan di Nabire.
Pieter Erari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Bappeda yang masih memberikan kepercayaan dan kesempatan baginya untuk hadir. Menurutnya, motivasi adalah kunci agar perencana pembangunan tidak bisa berhasil tanpa dukungan penuh dari seluruh pimpinan OPD. Ia menegaskan, tanggung jawab untuk membawa Nabire ke arah yang lebih baik, sesuai dengan visi misi pemimpin daerah, berada di pundak mereka semua.
"Lima misi yang ada dalam visi dan misi bupati dan wakil bupati saat ini menjadi tantangan bagi kita semua, saudara-saudaraku," ujar Erari. Ia bercerita bahwa Nabire sering menjadi sorotan pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat. "Setiap minggu kadang juga bersama Pak Wakil dan Pak Bupati kita ditantang dalam pembangunan karena porosnya ada di Kabupaten Nabire," ungkapnya.
Menurut Erari, Nabire menjadi tolok ukur utama karena dari delapan kabupaten di provinsi, Nabire-lah yang paling sering diukur indikator pembangunannya. "Kalau indikator salah satu indikator pembangunan itu cuma Nabire yang disukai, ada cuma Nabire maka ukuran secara provinsi kita selalu ada di bawah provinsi-provinsi yang lain," jelasnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran OPD untuk bersatu dan bergotong-royong.
Ia mengingatkan para pimpinan OPD untuk tetap berada di jalurnya, sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Erari menegaskan kembali pesan Bupati agar tidak ada yang bergerak ke kiri atau ke kanan dari perencanaan yang sudah ada. "Gotong royong itu lebih baik menyelesaikan satu perencanaan," katanya.
"Sebuah perencanaan belum dikatakan selesai jika belum digunakan atau difungsikan," kata Erari. Ia menambahkan, keberhasilan suatu perencanaan baru bisa dinilai tuntas ketika sudah operasional dan berfungsi secara penuh. Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk memastikan setiap program dapat berjalan optimal hingga akhir.
Dalam sambutannya, Erari juga menyoroti masalah usia harapan hidup di Nabire yang masih 68 tahun. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup agar warga Nabire bisa hidup lebih sehat hingga usia 80 atau 90 tahun. Isu ini, kata Erari, menjadi perhatian penting bagi jajaran distrik dan pemerintah kampung.

Mantan Sekda ini juga mengingatkan para pejabat untuk menyesuaikan setiap program dengan bobot porsi yang seharusnya. "Kalau ada porsi, ada kegiatan yang porsinya tidak sesuai dengan bobotnya, maka itu akan ketinggalan," imbuhnya. Ia menggarisbawahi pentingnya proporsionalitas dalam setiap langkah pembangunan.
Di akhir sambutannya, Erari menyampaikan harapannya agar para pejabat tidak lagi memanggilnya dengan sebutan Sekda, melainkan cukup dengan nama saja. Ia menyatakan kesiapannya untuk tetap membantu pembangunan Nabire jika masih ada kesempatan, karena ia merasa tanggung jawabnya sebagai "anak Nabire" tidak akan pernah terputus. "Saya tetap dukung pak bupati dan wakil dalam program-program yang dilaksanakan," tegasnya.
Pieter Erari menutup sambutannya dengan optimisme tinggi. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menuju "Nabire Hebat" dan menciptakan "generasi emas" di tahun 2045. Ia juga menyarankan agar perencanaan pembangunan ke depan lebih spesifik, terutama dalam meningkatkan pendapatan daerah, yang harus dimasukkan dalam APBD. Sebagai penutup, Kepala Bappeda menyerahkan cenderamata sebagai tanda terima kasih atas peran serta dan motivasi yang telah diberikan oleh Pieter Erari.(sam)
Bagikan artikel ini


