Mahasiswa Warga Meepago Unjuk Rasa Minta Pulang
JAYAPURA - Ratusan mahasiswa yang terbagung dalam Forum SDM Meepago bersama masyarakat Meepago yang kini terdampar di Jayapura akibat pembat
JAYAPURA - Ratusan mahasiswa yang terbagung dalam Forum SDM Meepago bersama masyarakat Meepago yang kini terdampar di Jayapura akibat pembatasan transportasi melakukan unjuk rasa di Kantor DPRP Papua, Selasa (07/07/29) siang.
Mahasiswa dan warga terdampar asal Meepago yang terdiri dari warga Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya, mendesak Pemprov Papua dan Bupati Asosiasi Meepago supaya menyediakan akses transportasi agar mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka masing-masing.
Pasalnya, selama berada di Jayapura pada musim Pandemi Covid-19 ini mereka selalu mengalami banyak hambatan.
Karena ketiadaan bantuan dan sulit terpenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami mahasiswa asal Meepago yang tergabung dalam Forum SDM Meepago melangsungkan aksi ini untuk meminta kepada Asosiasi Bupati Meepago agar buka akses Pelabuhan Samabusa dan Bandara di wilayah Meepago," kata Amos Kigodi Kayame kepada wartawan media ini.
Dijelaskan, aksi ini dilakukan atas dasar peduli Sumber Daya Manusia Meepago, dalam hal ini, agar adik-adik siswa/i yang sudah lulus SMA dapat melanjutkan ke perguruan tinggi seluruh kota di Indonesia.
Aksi ini dilakukan juga mengingat orang tua yang sudah datang dari wilayah Meepago untuk menyaksikan anaknya yang wisuda, tetapi dampak Covid-19 orang-orang tua tersebut terlockdown.
Namun dalam aksi ini juga mahasiswa meminta dengan tegas kepada Asosiasi Bupati Meepago agar memfasilitasi kepulangan adik-adik pelajar dan para orang tua dangan syarat melakukan rapid tes massal secara gratis.
"Tuntutan dalam aksi ini, tidak dijawab maka mahasiswa akan menyerukan untuk bubarkan asosiasi bupati Meepago," tegasnya Ketua MPM Uncen ini.
Hal senada juga disampaikan Okto Reinard Yogi menjelaskan aksinya menuntut Asosiasi Bupati Meepago segera membuka akses pelabuhan dan udara.
Aspirasinya telah diterima oleh DPR Papua Komisi IV untuk ditindaklanjuti kepada Bupati Asosiasi Meepago.
"Demi keselamatan generasi masa depan Meepago namun untuntan kami mahasiswa Meepago secepatnya direspon.
Jika tidak direspon maka kami siap bubarkan asosiasi bupati Meepago adalah solusi bagai mahasiswa asal Meepago," tukasnya.
Saat dikonfirmasi media ini, anggota DPR Papua, Mesakh Magai juga membenarkan aksi itu.
Kata dia, para mahasiswa dan warga Meepago yang terlockdown di Jayapura sejak beberapa bulan lalu, berharap agar bisa kembali ke kampong halamannya.
Terkait hal ini, kata Mesakh, DPR Papua memberikan respon dengan turut mengkawal agar aspirasi mahasiswa dan warga ini bisa terjawab.
“Kami juga akan menemui Kepala Dinas Perhubungan Papua agar bisa memfasilitasi mereka untuk bisa pulang ke kampungnya.
Selain itu, kami juga akan menyampaikan surat kepada para bupati Meepago terkait hal ini,” ujar Mesakh saat dikonfirmasi media ini.
Lanjut Mesakh, pihaknya mendukung agar mahasiswa maupun warga yang akan pulang ke Meepagi bisa difasilitasi.
Selain itu, bagi para pelajar yang akan melanjutkan studi ke luar Meepago, juga diharapkan bisa keluar daerah.
Dan juga, bagi warga daerah lain yang sementara ini masih terlockdown di Nabire, dirinya juga mengharapkan agar bisa difasilitasi untuk warga ini kembali ke kampong halamannya.
Hal senada juga dikatakan anggota DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau.
Saat menerima mahasiswa dan masyarakat Meepago mengatakan jika pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Dirinya akan memimpin rapat membahas aspirasi tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Papua untuk menyurati bupati-bupati Meepago untuk membuka akses lalu memberangkatkan warga dari Meepago yang sudah enam bulan di Jayapura dan mengeluarkan mahasiswa dan pelajar yang berada di Meepago. (eby/ros)
Bagikan artikel ini



