NABIRE - Mahasiswa Puncak se-Indonesia bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Talenta Keadilan Papua (TKP) menagih janji kepada Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) diaksi damai pertama sebelumnya, terkait pembentukan Pansus.

Selaku Kordinator Lapangan (Korlap) Mahasiswa Puncak se-Indonesia, Nasen Ginikbak menyampaikan, aksi damai hari ini sudah jelas, dan sesuai tema aksi, yang mana menolak pendropan TNI di Kabupaten Puncak pada 5-8 Februari 2025 lalu.

"Kehadiran mereka bukan memberikan keselamatan kepada warga Papua, tetapi malah sebaliknya," kata Nasen kepada awak media di Halaman Kantor DPRPT, Jalan Pepera Nabire, Kamis (10/04/2025).

Selain itu lanjut Nasen, untuk pelaku Hak Asai Manusia (HAM) dengan korban Tarina Murib agar segera ditindaklanjuti. Pelaku mutilasi agar ditangkap dan dihukum dengan seadil-adilnya.

Dirinya juga menyampaikan, kasus tersebut sudah didorong sampai ke Komnas HAM, dan sudah memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, yaitu Panglima TNI, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari hasil rekomendasi tersebut.

"untuk itu kami mendesak DPRPT untuk membentuk tim investigas untuk menindaklanjuti rekomendasi kami, sesuai undang-undang yang ada," jelasnya.

Diketahui, dalam aksi tersebut, masa aksi yang ada mengeluarkan pernyataan sikap dan disampaikan ke DPR Provinsi Papua Tengah.

Pertama, panglima TNI segera tarik pendropan militer di seluruh kabupaten Puncak. Kedua, DPRPT segera membuat Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut pelaku HAM, Tarina Murib dan penarikan pendropan militer sesuai janji.

Setelah mendengarkan orasi dari massa aksi damai, Wakil Ketua I DPRPT, Diben Elabi, menyampaikan perkembangan terkait pendropan TNI di Kabupaten Puncak dan pembunuhan ibu Tarina Murib.

Menurutnya, pembunuhan Tarina Murib sudah dalam proses, dirinya berjanji akan mengawal kasus ini hingga selsai, "Saya meminta kepada penegak hukum, segera mungkin oknum yang melakukan kejahatan ini ditindak dengan seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Selain itu, dirinya juga berjanji akan segera mungkin mengadakan rapat khusus untuk membahas pembunuhan Tarina Murib dan pendropan TNI di Kabupaten Puncak, setelah ketua dan anggota DPRPT lainnya kembali ke Nabire.

Dirinya mendukung tindakan mahasiswa Puncak untuk menyampaikan hak-hak mereka di tanah Papua ini.(amd)