DOGIYAI - Mahasiswa Dogiyai mengatasnamakan Team Peduli Pendidikan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Indonesia kembali gelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Dogiyai, Senin (27/07) lalu. Aksi damai ini dimulai di depan Kantor Pos Moanemani pada pukul 09.00 WIT. Kemudiaan massa keliling Pasar Moanemani, dilanjutkan menuju Kantor Dinas Pendidikan Dogiyai. Massa diterima Kepala Dinas P & P didampingi Ketua Team Pendataan dan Asisten I Setda Kabupaten Dogiyai. Dalam orasinya Martinus anouw menyatakan, mahasiswa Dogiyai selalu dijanji oleh pemerintah Kabupaten Dogiyai. Namun janji tersebut sampai saat ini belum digenapi."Yang mencetak sumber daya manusia adalah pemerintah Kabupaten Dogiyai. Tapi kenyataan pembunuh generasi penerus dalam hal ini pemerintah belum niat pengkaderan SDM. Kami ini agen perubahan Kabupaten Dogiyai," kata Yuliten Yobee.Dalam aksinya, ada sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa Dogiyai se-Indonesia. Pertama, seluruh pelajar dan mahasiswa se-Indonesia menolak bantuan dana akhir studi dikirim melalui nomor rekening. Kedua, pemerintah harus menjawab perjanjian yang pernah dibuat antara mahasiswa dan pemerintah terkait akhir study dan beasiswa. Ketiga, mahasiswa Dogiyai meminta pemerintah segera bentuk tim pembagian bantuan akhir study. Keempat, mahasiswa meminta pemerintah segera membangun asrama permanen dalam proses pembangunan seperti asrama kota study Manado dan Jayapura. “Kami mahasiswa se-Indonesia meminta segera dibangun asrama permanen yang sudah dijanjikan di beberapa kota study. Kami pelajar dan mahasiwa meminta pemerintah harus membangun asrama permanen bersumber dana anggaran APBD pada tahun 2016 diprioritaskan tiga asrama permanen. Pernyataan ini kami memberikan waktu sampai bulan Januari 2016,”?tuntut mereka. (ist)