DOGIYAI - Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang sedang menimbah ilmu diberbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di kota study Port Numbay, telah membentuk Tim Peduli Pendidikan. Tujuan dibentuknya tim ini, untuk melakukan peninjauan di lapangan di bidang pendidikan. Guna menanggapi adanya sejumlah komentar terhadap perkembangan pendidikan yang mengalami sejumlah kendala di Dogiyai. Seperti yang dilansir melalui berbagai media massa lokal pada beberapa bulan lalu. Tim Peduli Pendidikan yang dibentuk dibawah naungan wadah Forum Komunikasi Mahasiswa Dogiyai (FKMD), menyampaikan  12 poin rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas P dan P Kabupaten Dogiyai, untuk ditindaklanjuti di tahun–tahun mendatang. Beberapa poin rekomendasi yang disampaikan, hasil kegiatan survei yang dilakukan selama seminggu yang dikemas melalui kegiatan survey lapangan dan tatap muka pihak terkait, disampaikan melalui aksi demo dan diterima Kepala Dinas P dan P Dogiyai, bertempat di halaman kantor Dinas P dan P Kabupaten Dogiyai. Ketua tim, Anton D. didamping Koordinator Tim Kamuu, Marthen Agapa, Koordinator Mapia, Yohanes Iyai, kepada wartawan menjelaskan, menyikapi sejumlah masalah berkaitan dengan perkembangan pendidikan di Dogiyai, sebagai bentuk keseriusan mahasiswa terhadap menyikapi perkembangan pendidikan, mahasiswa asal Dogiyai sekota study Jayapura membentuk tim peduli untuk melakukan peninjau langsung untuk menyatukan persepsi bersama pemerintah daerah untuk mencari solusi menjawab keluhan pendidikan yang ditemukan berdasarkan data indeks pembangunan manusia (IPM) Papua tahun 2010, dan data lain sesuai kondisi di lapangan.  Dalam hal ini, mahasiswa yang merupakan ujung tombang pembangunan dan juga penerus pembangunan mersa terpanggil memberikan kontribusi kepada pemerintah. Untuk selanjutnya dapat mencari solusi dan menjawab apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan dalam memajukan di bidang pendidikan di Dogiyai. “Kami merasa terpanggil untuk bentuk tim peduli pendidikan, untuk bicarakan sejumlah hal kaitan perkembangan pendidikan dengan pihak terkait serta masyarakat. Untuk menyampaikan kepada pemerintah dapat ditindaklanjuti dan dijawab melalui program selanjutnya.  Kami mahasiswa dari Jayapura asal Kabupaten Dogiyai yang sedang kuliah di kota study lain di Indonesia juga membentuk tim peduli untuk turun lapangan di Dogiyai.  Dan kami telah lakukan peninjauan dan pertemuan, dan hasilnya telah sampaikan kepada pemerintah,” katanya. Dikemukakan, sebelum turun ke Dogiyai, melalui tim mengundang para mahasiswa untuk menyatukan persepsi, laksanakan pertemuan dan mini seminar, sebagai bahan acuan peninjaun lapangan di Dogiyai. Setelah dilaksanakan kegiatan tersebut, para mahasiswa dari kota study Jayapura  satukan bahan kegiatan dengan bahan yang dipersiapkan dari para mahasiswa dari luar Papua dari Nabire, sebelum turun ke Dogiyai. “Kami sudah laksanakan kegiatan pada bulan lalu di Dogiyai dan kami sudah sampaikan sejumlah poin penting berkaitan perkembangan pendidikan Dogiyai kepada pemerintah untuk diperhatikan dan apa yang kami sudah sampaikan kami kontrol dan pantau terus. Apakah pemerintah dlaksanakan atau tidak, karena apa yang telah direkomendasikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas P dan P itu, sesuai fakta di lapangan, bukan karang–karang mahasiswa,” katanya. (henbob)