Luar Biasa, Srikandi Pertama Jabat Kadistrik Teluk Kimi
NABIRE - Dari pelantikan pejabat tinggi utama madya (Sekda) Kabupaten Nabire dan sejumlah pejabat pratama (Eselon II), pejabat administrato
Bagikan
NABIRE - Dari pelantikan pejabat tinggi utama madya (Sekda) Kabupaten Nabire dan sejumlah
pejabat pratama (Eselon II), pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat
pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire yang
dilaksanakan Kamis (28/12), bertempat di Guest House Nabire, ada pemandangan
yang menarik. Dimana, dari sekian pejabat yang dilantik oleh Bupati Nabire
Isaias Douw, S.Sos.,MAP, salah satu jabatan Kepala Distrik (Kadistrik) dijabat
oleh salah seorang perempuan yang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Untuk pertama kalinya, di Kabupaten Nabire jabatan Kadistrik di lingkungan Pemkab Nabire
dijabat seorang Srikandi asal Nabire, yakni Anike Mofu, S.Sos yang mendapat
promosi jabatan sebagai Kadistrik Teluk Kimi, menggantikan Semuel Rumayauw,
S.Sos (Alm). Saat diwawancarai usai dilantik oleh Bupati Nabire, Kadistrik Teluk Kimi, Anike Mofu, S.Sos
serasa tidak percaya bahwa dirinya akan menjabat sebagai Kadistrik di
lingkungan Pemkab Nabire. Bahkan, dirinyapun sempat terharu dan bangga atas
promosi jabatan yang diberikan Bupati Nabire kepada dirinya yang akan mengemban
tugas sebagai Kadistrik Teluk Kimi dan harus mampu merangkul semua masyarakat
di 5 (lima) kampung yang ada di Pemerintah Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire.
“Selama sembilan belas tahun mengemban tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemda
Kabupaten Nabire, dan 2017 lalu saya menjabat sebagai Sekretaris Distrik Teluk
Kimi, dan hari ini kuasa Tuhan sungguh luar biasa, tidak terbayangkan jam
sepuluh pagi saya di telepon dan dilantik oleh Bupati Nabire sebagai Kadistrik
Teluk Kimi,” ujarnya. Katanya, sebagai seorang Perempuan Papua dan sebagai manusia pasti mendambakan akan mempunyai
karier yang baik di dalam pekerjaannya. “Saya punya kerinduan untuk menduduki sebuah
jabatan, tetapi bukan berarti saya ambisi untuk menduduki sebuah jabatan.
Pasrah kepada Tuhan itu yang terbaik, dan dalam prinsip hidup sebagai manusia
sebagai anak-anak Tuhan pasti akan menjadi kepala dan tidak akan menjadi ekor,”
ucap Anike. Seorang anak Tuhan pasti akan menjadi pemimpin, imbuhnya, kalau memang mereka dikategorikan
sebagai anak Tuhan, maka pasti janji Tuhan pasti akan berlaku untuk mereka.
“Saya tahu pasti bahwa suatu ketika banyak yang mempunyai keinginan untuk
menduduki jabatan kepala distrik, tetapi saya tidak kemana-mana untuk menduduki
jabatan itu, karena saya hanya ingin melihat rencana Tuhan digenapi dalam hidup
saya karena kehendak Tuhan melalui bapak Bupati Nabire. saya tidak mau
mendahului janji Tuhan dalam hidup saya dan rencana Tuhan indah pada waktunya,”
pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



