Luar Biasa ! Pemprov Papua Tengah Bantu SPP, PKL Hingga Biaya Tugas Akhir

NABIRE – Luar biasa program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk bidang pendidikan. Pemprov Papua Tengah telah membantu biaya kuliah para mahasiswa. Tidak hanya SPP, namun Pemprov Papua Tengah juga mengalokasikan untuk PKL (PPL) hingga biaya tugas akhir. Bantuan pendidikan kepada sejumlah perguruan tinggi di wilayah pemerintahannya itu disalurkan Pemprov Papua Tengah pada akhir 2025, sebagai wujud program pendidikan gratis.
Program Pemprov Papua Tengah ini diapresiasi oleh Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala atau USWIM Nabire, Dr. Petrus Tekege, S.H., M.H. Kepada awak media, Rabu (28/1/26), dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah karena program dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua Tengah telah direalisasikan sejak akhir tahun lalu.
Program peningkatan kualitas SDM yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai dirasakan langsung oleh mahasiswa. USWIM Nabire menjadi salah satu kampus yang telah merealisasikan bantuan pendidikan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Program peningkatan kualitas SDM di Tanah Papua Tengah ini bukan sekadar janji, tapi sudah direalisasikan sejak Desember lalu,” ujar pihak USWIM dalam keterangannya.
Dari total 1.967 mahasiswa USWIM yang namanya telah ditetapkan dalam SK Kepala Dinas Pendidikan Papua Tengah, realisasi bantuan resmi dimulai pada 27 Januari 2026. Meski masih dalam masa libur akademik, pihak kampus tetap memproses pencairan karena berkaitan dengan laporan dan pertanggungjawaban ke pemerintah daerah.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, sekitar 20 persen bantuan telah direalisasikan, dengan sistem penjadwalan berdasarkan fakultas dan program studi. Proses dimulai dari Fakultas Perikanan, Pertanian, dan Peternakan, dilanjutkan ke Informatika. Akan berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pelayanan bantuan ini akan terus berlangsung hingga Februari 2026.
Lebih lanjut dikatakan Rektor USWIM Nabire, bantuan pemerintah tersebut difokuskan untuk semester ganjil, yakni semester 3, 5, dan 7. Untuk mahasiswa semester 3, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp2.749.000, atau sekitar 70 persen dari total beban SPP sebesar Rp3.950.000. Mahasiswa hanya diwajibkan melunasi sisa biaya sebesar Rp1.201.000 apabila belum membayar penuh.
Menariknya, dalam tiga hari terakhir, sebagian besar mahasiswa ternyata sudah melunasi SPP. Oleh karena itu, dana bantuan pemerintah tersebut dikembalikan langsung kepada mahasiswa sesuai nama yang tercantum dalam SK, dengan bukti kuitansi pembayaran resmi.
“Kami tidak menahan hak mahasiswa. Kalau sudah lunas, uang bantuan itu kami kembalikan kepada mahasiswa bersangkutan,” tegasnya.
Untuk semester 5, mahasiswa tidak hanya menerima bantuan SPP sebesar Rp2.749.000, tetapi juga biaya PPL bagi mahasiswa FKIP, dengan total bantuan mencapai sekitar Rp5.199.000. Sementara mahasiswa semester 7 menerima bantuan SPP dan biaya tugas akhir dengan total sekitar Rp5.999.000.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa bantuan ini bukan untuk melunasi tunggakan lama, melainkan murni bantuan pendidikan sesuai kebijakan pemerintah daerah. Oleh karena itu, mahasiswa dianjurkan tetap menyelesaikan kewajiban semester sebelumnya secara mandiri.
Di akhir penyampaiannya, kampus berharap mahasiswa Papua yang telah menerima bantuan ini dapat memanfaatkannya dengan baik.
“Harapan kami sederhana tapi penting: rajin masuk kuliah, tingkatkan motivasi belajar, dan jaga kepercayaan pemerintah. Ini berkat untuk anak-anak Papua, jadi harus dijaga baik-baik,” tutupnya. (agustinus)
Bagikan artikel ini



