Lomba FLS3N Tingkat SMP/MTS Dibuka, 10 Sekolah Hadir Sebagai Peserta
NABIRE - Bertempat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Rabu (12/6), Sekretaris Dinas Pendidikan, Viktor Tebai, S.Sos.,MAP, secara resmi membuka kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), yang diikuti 10 sekolah dari 56 SMP/MTs yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.

NABIRE - Bertempat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Rabu (12/6), Sekretaris Dinas Pendidikan, Viktor Tebai, S.Sos.,MAP, secara resmi membuka kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), yang diikuti 10 sekolah dari 56 SMP/MTs yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.
Dalam sambutannya, viktor Tebai mengatakan, kegiatan FLS3N tingkat SMP/MTs ini tujuannya untuk mengalih bakat dan minat yang ada di setiap anak dan lewat lomba FLS3N memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap peserta didik dari sekolah SMP/MTs untuk berekpresi menampilkan kemampuan mereka.
Ini merupakan kegiatan pentas seni dan sastra, sehingga perlu diingatkan kepada semua agar menjaga nilai-nilai lbudaya bangsa sebagai warisan, karena Bangsa Indonesia dikenal pada dunia internasional, karena budayanya yang cukup unik dan itulah salah satu modal besar.
Untuk itu, di setiap tahun pelajaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire terus menjemput semua kegiatan-kegiatan dan program yang diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna mengangkat bakat dan minat setiap peserta didik yang ada di sekolah SMP/MTs.
Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selpiana Magai selaku Ketua Panitia FLS3N tingkat Kabupaten Nabire dalam laporannya mengatakan, lomba FLS3N kali ini diikuti 10 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 63 siswa-siswi.

Dari kegiatan FLS3N yang dilaksanakan pada tahun 2025 ini, ada 6 jenis lomba, masing-masing lomba tari kreasi, lomba musik tradisional, lomba mendongeng, lomba menulis cerita, lomba menyanyi solo dan terakhir lomba ilutrasi.
Untuk itu, diharapkan pada lomba yang sama di tahun-tahun mendatang, semua SMP/MTs yang ada di Nabire harus mengambil bagian sebagai peserta di semua lomba, sehingga kepada peserta diingatkan, bahwa soal menang dan kalah dalam lomba ini bukan menjadi ukuran, tetapi anak-anak bisa menunjukan kebolehan bakat dan minat dianjang yang bergensi ini yang hanya bisa diselenggarakan dalam satu tahun sekali.(des)
Bagikan artikel ini



