Lampiaskan Kegembiraan, Pelajar Adakan Aksi Coret Seragam
DEIYAI – Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/15 bagi siswa kelas III SLTA, baik SMU dan SMK, secara serentak di tanah air, termasuk di Kabupten Deiyai pada 15 Mei 2015 kemarin, khususnya siswa kelas III SMU dan SMK di Deiyai, melampiaskan kegembiraan k
Bagikan
DEIYAI – Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/15 bagi siswa kelas III SLTA, baik SMU dan SMK, secara serentak di tanah air, termasuk di Kabupten Deiyai pada 15 Mei 2015 kemarin, khususnya siswa kelas III SMU dan SMK di Deiyai, melampiaskan kegembiraan kelulusan dengan melakukan aksi coret-mencoret seragam sekolah.
Berdasarkan hasil pantauan wartawan media ini, aksi coret-coret seragam sekolah ini tentunya sudah menjadi tradisi dikalangan pelajar kelas III. Tampak terlihat di kota Waghete, Deiyai, sangat ramai para siswa melakukan aksi coret dan melakukan pawai dengan tertib, tanpa terjadi hal–hal yang tidak diinginkan bersama.Di sela-sela aksi tersebut, salah seorang siswa, Yuli, kepada wartawan media ini menuturkan, sekitar jam 09.00 Wit telah diumumkan hasil ujian, hasilnya semua siswa dinyatakan lulus seratus persen, sehingga para siswa langsung membeli spidol, pilox, selanjutnya melakukan coret-coret pada seragam, sebagaimana biasanya, setiap tahun selalu melakukan aksi coret. “Hari ini kami sudah dengan hasil, jadi kami semua teman-teman ramai-ramai melakukan aksi coret-coret, sebagai kenang-kenangan dan juga melampiaskan kegembiraan kami. Selain saling pilox, kami juga melakukan paway,” tutur Yuli. Lanjutnya, para siswa yang melakukan aksi coret ini dari 3 sekolah, diantaranya SMA Negeri 2 Tigi, SMA Negeri 4 dan SMK Negeri Tigi, sehingga terlihat cukup banyak siswa di kota Waghete ini. “Tampaknya, untuk melakukan aksi coret, sebelumnya sudah siapkan spidol, pilox, sehingga setelah dengan hasil ujian, langsung melakukan aksi coret kepada sesama teman-teman. Dan saya lihat teman-teman yang minum mabuk, semuanya lakukan aksi coret tanpa menggangu lain disekitarnya,” ungkapnya.Dia menambahkan, setelah mendengar hasil ujian, semua siswa senang dan tampaknya para guru juga ikut senang karena itulah hasil keringat siswa dan para guru, selama tiga tahun dibangku sekolah SLTA, sehingga di tahun ini sangat memuaskan, karena rata-rata sekolah SLTA yang ada lulus seratus persen. “Setelah dengan kami sudah sampaikan juga orang tua kami jadi orang tua kami juga senang,” ujarnya.Kelulusan yang dicapai ini, tentu berkat dukungan dari para guru, orang tua, terutama bimbingan dan pertolongan Tuhan, sehingga kami naikan ucapan syukur kepada Tuhan agar selanjutnya juga Tuhan dapat menolong dan membimbing dalam langka hidup selanjutnya, utamanya jenjang pendidikan berikutnya, sesuai cita-cita kami, sehingga nantinya kami juga bisa menjadi manusia yang berkwalitas dan siap pakai, membangun daerah Deiyai, Papua dan Indonesia. Sementara itu, kepala sekolah SMU Negeri 2 Tigi, Yanuarius Pigome, S.Sos, kepada wartawan menuturkan, berdasarkan jadwal ditetapkan secara nasional, telah diumumkan hasil ujian para siswa, hasilnya cukup memuaskan karena 100 % sehingga kegembiraan para siswa dengan melakukan aksi coret yang sudah tidak ada batasan. “Kami guru tidak pernah melarang aksi tersebut, tetapi pernah sampaikan saja kepada siswa bahwa pakaian seragam jangan dicoret, tetapi bisa diberikan untuk adik-adik kelas I dan II yang ada, sebagai kenang-kenangan. Tetapi, hal ini juga terpulang kepada para siswanya, bisa berikan atau tidak. Hal ini pasti orang tua mereka juga telah sampaikan,” ungkapnya. (henbob)
Bagikan artikel ini



