NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas pendidikan telah membangun gedung Laboratorum Bahasa. Namun sejak dibangun pada tahun 2018 silam hingga saat ini, gedung tersebut tidak bisa digunakan sesuai dengan tujuan awal pembangunan gedung.

Sebab setelah satu tahun dibangun, tepatnya pada tahun 2019, gedung dapat digunakan untuk kegiatan rapat sekolah. Namun saat digunakan telihat banyak ampas kayu yang jatuh ke lantai. Ternyata seluruh isi bangun kayunya sudah keropos dimakan rayap.

Kepala sekolah bersama seluruh dewan guru memutuskan untuk sementara gedung laboratorium ini tidak bisa digunakan. Karena kayu yang digunakan untuk membangun gedung ini bahan kayunya diduga diambil dari kayu yang tidak berkwalitas. Sehingga hanya dalam satahun sudah terlihat rusak dan patah-patah.

“Sepanjang gedung Lab Bahasa ini rusak kami tidak gunakan dan semua kondisi bangun telah disampaikan secara tertulis ke dinas dan juga ibu kepala dinas sudah turun dan melihat langsung kondisi kerusakan bangunan Lab Bahasa ini,” ujar Kepala SMP PGRI Nabire, Yuliana Tenouye, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Kamis (18/9/25).

Dengan kehadiran kepala dinas dan sudah melihat kondisi bangunan yang ada, diharapkan untuk ada jawaban. Karena pihaknya ragu jangan sampai gedung ini akan roboh. Karena seluruh tiang bagian teras depan saat ini sudah putus, tinggal isi bangunan bagian dalam yang masih bertahan.

“Dari pada ke depan roboh di saat aktifnya kegiatan belajar mengajar dan melukai anak-anak, sebaiknya dibongkar saja. Karena tinggal juga tidak berfungsi dan tinggal juga menjadi sarang nyamuk dan ancaman bagi anak-anak saat bermain di halaman sekolah,“ tuturnya. (des)