NABIRE - Untuk mendapatkan hasil dan kwalitas pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang, sesuai tuntutan, tujuan dan harapan bangsa dan orangtua murid, sebaiknya guru honor yang diterima pihak sekolah wajib tes soal akademiknya.Sebab berdasarkan seruan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd meminta agar semua lulusan SD yang ada di Kabupaten Nabire diharapkan telah lancar Membaca, Menulis dan Menghitung (3M), sehingga dalam perekrutan guru honor yang benar-benar berkwalitas dalam mata pelajaran atau bidang studi.Karena untuk satuan jenjang pendidikan tingkat SD tidak dikenal dengan sebutan guru bidang studi, tetapi lebih dikenal dengan nama atau sebutan guru kelas, maka guru honor yang direkrut benar–benar telah memiliki kemampuan sebagai seorang guru.Demikian dikatakan Kepala SD Inpres Kalibobo Nabire Yesaya Waroi, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Jumat (21/2) seraya menambahkan, harapan semua pihak untuk guru mencerdaskan generasi bangsa ini, maka gurunya pun harus mempunyai atau memiliki kemampuan akademik yang benar–benar tidak bisa diragukan lagi kwalitas pengetahuannya.Karena dengan adanya kondisi kekurangan tenaga pengajar atau guru di semua jenjang satuan pendidikan di daerah ini, maka tugas kepala sekolah untuk menyeleksi guru honor agar kelak terlihat murid yang lulus dengan hasil pendidikan yang berkwalitas.Sebab diketahui pula, bahwa guru yang diterima untuk mengajar diharapkan memberikan ilmu secara langsung kepada murid atau peserta didik sebagai generasi penerus bangsa ini, sehingga gurunya sudah harus siap dan mampu disegala ilmu pengetahuan.Karena sebagai guru yang sudah lama mengabdi di zaman Kabupaten Paniai (kini Nabire) hingga saat ini menjadi Kabupaten Nabire melihat tugas mengajar itu itu sebagai sebuah seni yang dapat menyenangkan dengan melihat berbagai karakter dan sikap anak di kelas.(des)