Kurangnya Informasi, KPU Intan Jaya Sampaikan Permohonan Maaf
NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Intan Jaya menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya informasi yang diterima masyarakat Kabupaten Intan Jaya terkait tahapan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilu Legislatif 9 April 2014. Demikian diungkapkan Ketua KPU Intan
Bagikan
NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Intan Jaya menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya informasi yang diterima masyarakat Kabupaten Intan Jaya terkait tahapan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilu Legislatif 9 April 2014. Demikian diungkapkan Ketua KPU Intan Jaya, Linus Tabuni, Kamis (13/3).
“Atas nama lembaga KPU Intan Jaya, selaku ketua, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya atas kurangnya informasi yang diberikan KPU Intan Jaya. Permohonan maaf juga saya sampaikan kepada pengurus Partai Politik (Parpol) dan para Calon Anggota Legislatif karena kami kurang memberikan informasi secara resmi kaitanya dengan Pemilu Legislatif,” tuturnya.Menurut Ketua KPU Intan Jaya, hal itu disebabkan KPU Intan Jaya baru dilantik tanggal 3 Februari lalu. Disamping padatnya kegiatan baik itu di Jayapura maupun di Jakarta, ditambah adanya persoalan PPD/PPS yang harus diselesaikan.“Ketika kita hendak berjalan, lalu ada persoalan kecil, ini menjadi hambatan tugas kami sebagai KPU. Sekali lagi selaku Ketua KPU Intan Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada publik, pimpinan Parpol di Kabupaten Intan Jaya. Tentu ini sangat merugikan, namun dengan alasan yang kami utarakan tadi,” tandasnya.Kedua, tanggal 15 Maret, seluruh aktivitas KPU sudah ada di Intan Jaya, karena besoknya tanggal 16 Maret dilaksanakan pembukaan kampanye terbuka dalam hal ini yang berkepentingan adalah pengurus Parpol dan para Caleg dari Kabupaten Intan Jaya.“Saya meminta tanggal itu seluruh yang bekepentingan sudah harus ada di ibukota Kabupaten Intan Jaya, baik dari Dapil 1 dan 2 karena akan dibuka pelaksanaan kampanye di Lapangan Yokatapa Sugapa, selanjutnya menandatangi deklarasi damai siap terpilih dan tidak terpilih,” ungkapnya.“Siapapun yang merasa berkepentingan dengan Pemilu utamanya para pimpinan Parpol dan para Caleg yang ada diluar Intan Jaya seperti, Nabire, Jayapura, Timika, tanggal itu sudah harus ada di Sugapa Kabupaten Intan Jaya,” tandasnya.Terkait dengan peristiwa tanggal 6 Maret lalu, dimana terjadi pemalangan yang terjadi di Nabire sehubungan yang terjadi ditingkat bawah dalam hal ini PPD/PPD se-Kabupaten Intan Jaya, dimana muncul 2 versi SK dan itu sudah diselesaikan selama 4 hari berturut-turut di Aula Mapolres Nabire.“Masalah ini sudah kami selesaikan dan nama-nama yang tercantum dalam dua SK tersebut, diminta sabar karena akan kami umumkan sambil menunggu KPU Intan Jaya yang sedang bertugas di Jayapura. Dalam minggu ini kami berharap dapat mengumumkan nama-nama PPD/PPS,” tuturnya.Lebih lanjut dikatakan Ketua KPU, semenjak dilantik tanggal 3 Februari, pihaknya telah melaksanakan agenda-agenda/tahapan-tahapan jadwal Pemilu dan terus berjalan sebagaimana mestinya sesuai tugas, fungsi dan kewenangan KPU.Menyangkut logistik, KPU Intan Jaya, mulai Minggu (9/3) sudah melakukan pelipatan dan ditargetkan pada Sabtu (14/9) sudah rampung untuk selanjutnya dilakukan penyortiran, kemudian akan hasilnya akan diamankan.“Kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Polres Paniai, dalam hal ini Polsek Sugapa Kabupaten Intan Jaya melalui Kapolsek dan meminta personel Polsek untuk mengawal pemindahan logistik dan 4 personel Polisi dari Polsek Sugapa telah melakukan pengamanan ditempat pelipatan untuk selanjutnya mengawal surat suara yang telah disortir ketempat yang lebih aman,” katanya.Dinyatakan Linus Tabuni, 5 hari sebelum hari H (pemungutan suara), logistik sudah ada di 6 distrik Kabupaten Intan Jaya, namun pergerakannya semua dari Nabire langsung ke 6 distrik,” ujarnya.“Nabire kita jadikan sebagai basecamp, karena apa, untuk memperlancar pengiriman/pergerakan dan untuk menghindari kerja dua kali,” katanya.Terkait pemberitaan di media, ada sejumlah anggota PPD/PPS berkomentar, menurutnya itu sangat wajar karena merupakan bagian dari demokrasi. Namun Ketua KPU berharap dalam pemuatan berita tidak menghilangkan etika/norma, lebih baik datang di KPU dan meminta informasi dengan jelas.“Lebih baik dan lebih jelas, datang saja ke KPU, kita bicarakan/diskusikan, karena yang memiliki kewenangan penuh adalah KPU dan dalam hal agenda/tahapan Pemilu, KPU Intan Jaya tidak akan menutup-nutupi, semua akan dibuka dengan transparan. KPU siap memberikan informasi apapun kaitanya dengan Pemilu. KPU tidak akan menutup-nutupi semua agenda kegiatan, KPU selalu transparan, ketika ada permasalahan kita akan ajak untuk untuk duduk bicara guna mencari penyelesaian dan solusi terbaik, karena masalah itu masalah kita bersama yang harus dibicarakan demi kepentingan bersama Intan Jaya,” tuturnya.Ketua KPU berharap dan mengajak baik pemerintah, para Caleg, pengurus Parpol, tokoh agama, adat, perempuan, pemuda/pemudi dan tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Kaupaten Intan Jaya untuk menyukseskan Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014.“Mari kita sama-sama menyukseskan Pemilu, karena ini demi kebaikan bersama kita masyarakat Intan Jaya. Tidak mungkin orang lain yang akan menyelesaikan masalah kita orang Intan Jaya dan hanya kita orang Intan Jaya yang harus menyelesaikanya,” ungkapnya.“Bila ada persoalan, mari kita buka, mari kita bicarakan/diskusikan karena itu bagian demokrasi, KPU tidak akan menutup diri, KPU akan terbuka,” imbuhnya.Dalam kesempatan itu, Ketua KPU mengajak untuk menyukseskan Pemilu 9 April 2014 yang sudah diambang pintu dengan cara memberikan hak suaranya di TPS-TPS yang telah ditentukan.“Tanggal 9 April sudah sangat dekat, mari kita berpartisipasi, turut ambil bagian dalam Pemilu, mari kita datang ke TPS-TPS untuk menyuarakan hak pilih kita, mencoblos Calon Anggota Legislatif, karena suara kita ikut menentukan program pembangunan/nasib Intan Jaya lima tahun kedepan,” ajaknya.Linus Tabuni mengingatkan, bila ada oknum-oknum yang menghambat Pemilu akan berhadapan dengan pihak berwajib.“Kita semua tentu berharap agenda nasional ini, Pemilu Legisalatif 9 April dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses, jadi mari kita jaga mulai dari sekarang agar semuanya berjalan sesuai harapan bersama, harapan masyarakat menuju Intan Jaya yang lebih bermartabat,” pungkasnya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini


