NABIRE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire menggelar Sosialisasi Pencoblosan dan Penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden tahun 2019 kepada partai politik peserta Pemilu dan Panitia Penyelenggara Distrik (PPD) se Kabupaten Nabire di Halaman GKI Sion Karang Tumaritis, Kamis (14/3). Sosialisasi tersebut dihadiri Bupati Nabire, Isaias Douw dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire.Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Nabire, Nelius Agapa mengatakan sosialisai pencoblosan dan penghitungan suara merupakan rangkaian kegiatan dari Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai penjabaran dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 tahun 2017 tentang Pemungutan Suara. Dengan demikian, Bimtek dilakukan secara berjenjang hingga ke tingkat penyelenggara di lapangan, yakni Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).Komisioner KPU ini meminta kepada ketua dan anggota PPD di daerah agar melaksanakan bimbingan teknis juga kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap kampung dan KPPS. Karena, saat pencoblosan dan penghitungan suara, KPPS akan menandatangani surat banyak.Apalagi, kata Agapa, tantangan Pemilu kali ini, selain masyarakat pemilih akan melakukan pencoblosan lima jenis surat suara, calon anggota legislatif untuk Kabupaten Nabire sebanyak 397 orang dari 16 partai peserta Pemilu 2019, ditambah dengan calon legislatif untuk provinsi, dimana Nabire masuk di dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Papua. Ini belum ditambah dengan pemilihan calon anggota DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Presiden/Wakil Presiden sekaligus di dalam kotak suara.Harapan ini juga dipertegas Bupati Nabire, Isaias Douw dalam sambutannya. Bupati Isaias mengatakan, dalam Pemilu tahun ini, pemilih akan mencoblos lima surat suara. Oleh karena itu, sosialisasi pencoblosan ini hendaknya dilaksanakan di semua distrik, menyentuh hingga ke tingkat kampung agar nanti masyarakat tidak keliru sehingga pelaksanaan Pemilu di daerah ini berjalan lancar dan sukses. Bupati Isaias menilai, Pemilu kali ini merupakan Pemilu terbesar sepanjang sejarah demokrasi di Indonesia. Karena selain memilih legislatif tingkat kabupaten juga akan memilih anggota DPR Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden/Wakil Presiden. Oleh sebab itu, pelaksanaan Pemilu tahun ini cukup berat sehingga perlu dilaksanakan sosialisai hingga ke kampung dan penyelenggara tingkat KPPS. (ans)