NABIRE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah (PT) melaksanakan sosialisasi tentang pelaksanaan pemilihan umum kepada pemilih pemula khususnya kepada siswa kelas 10 (kelas 1 sekolah menengah tingkat atas/SMTA). Sosialisasi perdana kepada siswa SMA/SMK Anak Panah di Kalibobo, Senin (14/8) pagi. Sosialisasi Pemilu juga akan dilaksanakan di Timika dengan melibatkan perwakilan dari Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya serta Intan Jaya. Semnetara di tiga kabupaten lainnya (Paniai, Deiyai dan Dogiyai) dilaksanakan oleh KPU daerah, KPU Provinsi sifatnya pendampingan.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Provinsi Papua Tengah, Octovianus Takimai di Sekretariat KPU Provinsi Papua Tengah, usai sosialisasi di Anak Panah, Senin (14/8) mengatakan materi sosialisasi yang diberikan kepada pemilih pemula, berupa penjajakan, Pemilu itu seperti apa, Pemilu itu bagaimana, karena mereka ini baru mau ikut Pemilu jadi sebagai pengenalan tentang Pemilu.

Penyelenggara Pemilu tidak hanya KPU tetapi juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Mantan Komisioner Kabupaten Deiyai ini menambahkan, dalam sosialisasi kepada pemilih pemula diperkenalkan penyelenggara Pemilu tidak hanya KPU tetapi ada juga lembaga lain seperti di atas, sistim kepemiluan, daftar pemilih itu seperti apa, kewajiban penyelenggara dan pemilih itu seperti apa, model kotak suara, model surat suara, bagaimana di tempat pemungutan suara (tps). 

Takimai menyadari persoalan Pemilu itu kompleks sehingga perlu disoalisasikan kepada masyarakat, termasuk pemilih pemula. Sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada pemilih di TPS, model surat suara saat pemungutan suara.

Dalam sosialisasi tersebut, Takimai juga menjelaskan batas usia yang berhak untuk memilih, yakni usia 17 tahun pada hari pencoblosan Pemilu. Kurang sehari saja tidak bisa, ia harus menunggu sampai usianya 17 tahun sehingga yang bersangkutan bisa mengikuti saat pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan beberapa bulan kemudian atau tunda lima tahun lagi untuk ikut Pemilu berikut. Selain itu diingatkan agar tidak golput, politik uang berupa orang bayar untuk memilih dirinya atau kelompoknya tetapi memilih berdasarkan suara hati. 

Ketika ditanya apakah akan sosialisasi di tempat lain, Takimai mengungkap ada rencana untuk sosialisasi ke Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) dan beberapa sekolah lainnya serta kepada pemuda melalui KNPI dengan melibatkan OKP dibawah KNPI. Model masih dibahas, apakah beberapa ke sekolah digabung atau seperti apa, apakah sosialisasi sekali untuk tingkat SMTA atau mendatangi masing-masing sekolah. Sosialisasi di Anak Panah sendiri, pesertanya 100 orang pemilih semula, dan siswa/i kelas X ikut semuanya.

Selain kepada sekolah dan pemuda, Takimai mengatakan juga akan disosialisasikan kepada tokoh agama. (ans)