NABIRE – Dua puluh hari lagi Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Anggota DPR, DPD, DPR Provinsi dan Kabupaten/Kota dilangsungkan. Untuk mempersiapkan dan membekali diri dalam menyelenggarakan pesta demokrasi di badan penyelenggara tingkat bawah yakni PPD/PPS agar menjalankan sesuai aturan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire membekali PPD/PPS dengan Bimbingan Teknis (Bimtek).   Bimtek dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada penyelenggara Pemilu ditingkat PPD dan PPS. Agar dalam melaksanakan proses Pemilu berjalan dengan baik sesuai aturan yang telah ditetapkan/berlaku. Bimtek yang dilaksanakan di Guest House, Kamis (20/3) kemarin diikuti oleh PPD/PPS se-Kabupaten Nabire dihadiri oleh komisioner KPU Nabire secara lengkap. Dalam sambutanya, Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, S.Sos., menyatakan bahwa Pemilu 9 April 2014 mempunyai nilai yang sangat penting dan strategis dalam menentukan proses pemerintahan dan pembangunan lima tahun kedepan. Hal itu menurutnya, disetiap sosialisasi KPU selalu menyampaikan dan menghimbau agar seluruh kompnen berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu 9 April 2014. Menurutnya, hal ini penting dan tidak bisa ditawar. KPU diberikan tugas dan tanggungjawab besar untuk menyelenggarakan Pemilu dengan baik, jujur, adil dan bertanggungjawab sehingga dapat menghasilkan proses Pemilu yang sukses dan berkualitas. Terangnya, ada beberapa hal yang sangat menentukan agar Pemilu berkualitas. Pertama, pemerintahan yang stabil. Kedua, dana yang tersedia. Ketiga, keamanan, situasi dan kondisi yang stabil. Keempat, penyelenggara yang konsisen, jujur dan adil. Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Nabire menekankan point keempat yakni bagaimana penyelenggara dapat menyelenggarakan Pemilu secara konsisten, jujur dan adil. “Kita semua baik KPU, PPD, PPD dan  KPPS adalah penyelenggara, dimana Undang-undang telah mengamanatkan agar penyelenggara dapat melaksanakan semua tahapan Pemilu sampai tanggal 9 April dapat berjalan  baik, pencoblosan berjalan aman, tertib dan lancar,” ungkapnya. “Ini tanggungjawab kita semua sebagai penyelenggara, mulai dari KPU Pusat sampai tingkat paling bawah yakni KPPS dan ini bentuk tanggungjawab besar yang diberikan negara kepada kita,” imbuhnya. Terkait Bimtek, Ketua KPU menghimbau dan mengharap terhadap penyelenggara (PPD/PPS) agar mengikuti kegiatan itu dengan baik, sehingga saat kembali dapat membekali KPPS dengan baik. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari permasalahan seringkali muncul ditingkat paling bawah yakni KPPS. “Beberapa waktu yang lalu dalam beberapa kali pertemuan dan terakhir di Bogor, Ketua dan Anggota Mahkamah Konstitusi memberikan arahan bahwa persoalan yang terjadi di Pemilu khususnya Pilkada itu diawali dari tingkat KPPS.Oleh karena itu kita dihimbau agar penyelenggara  menyelenggarakan Pemilu diatas aturan utamanya ditingkat KPPS.Sedikit saja ada kekeliruan dan sampai di MK maka tetap akan diproses, benar tidaknya MK akan dibuktikan di sidang MK,” katanya. Ketua KPU Nabire meminta PPD/PPS/KPPS untuk membekali diri secara baik agar dalam pelaksanaanya tidak bingung terutama dalam pengisian format-format, perhitungan, dan penetapan hasil pencoblosan, sehingga pada pelaksanaanya tanggal 9 April semua berjalan dengan baik dan lancar. “Kalaupun ada masalah selesaikan di TPS secara baik dan kalupun masalah itu berkembang sampai di MK maka akan dapat dipertanggungjawabkan oleh KPPS dan KPU sebagai penanggungjawab terdahap penyelenggaraan Pemilu secara umum,” ungkapnya. Petrus Rumere menyatakan bahwa Bimtek mempunyai nilai penting untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan utamanya aturan-aturan Pemilu.Hal itu berkaitan dengan Pemilu 9 April 2014, dimana Pemilu kali ini dilihat, dikawal dan diawasi oleh seluruh komponen, baik itu individu, maupun lembaga yang mempunyai kepentingan dengan Pemilu,sehingga ketika terjadi komflen, protes dan ada keberatan, petugas dapat membela diri atau menjawab karena telah berdiri diatas aturan. Pastikan Undangan Sampai Kepada Pemilih 2-3 Sebelum Hari-H Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Nabire menyoroti terkait undangan pencoblosan. Menurutnya, disetiap pertemuan atau sosialisasi masalah undangan selalu mengemuka, ditanyakan dan dipersoalkan. Undangan seringkali dibagi terlambat. Hari ini pencoblosan undangan baru sampai malamnya kepada pemilih. “Ini tidak boleh terulang lagi. Pastikan undangan sampai kepada pemilih 2-3 hari sebelum pencoblosan. Saya minta penyelenggara tingkat bawah untuk memperhatikan hal ini sehingga tidak menimbulkan masalah yang serius dikemudian hari,” pintanya. Ketua KPU meminta, bila ada pemilih tidak mendapat undangan, namun membawa kartu identitas (KTP dan KK) minta untuk dilayani. Pastikan nama-nama pemilih untuk diumumkan. Penyelenggara diminta untuk tidak pasif tetapi harus proaktif. Penyelenggara diber beban tanggungjawab besar oleh Negara sehingga harus proaktif, libatkan RT/RW. Hari ini surat suara sedang disortir dan dalam minggu ini akan didistribusikan ke distrik-distrik untuk selanjutnya berkoordinasi untuk diteruskan ditingkat PPS. Sementara untuk distrik-distrik yang bersentuhan dengan kabupaten lain, diminta unuk berkoordinasi dengan PPD dan KPU untuk menentukan kapan waktu yang tepat melakukan pendistribusian, agar surat suara sampai di TPS. Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Nabire meminta agar nama-nama KPPS sudah disetorkan ke KPU paling lambat hari Sabtu (22/3). “Hingga hari ini nama-nama KPPS belum masuk, saya PPS berkoordinasi dengan PPD dan minta paling lambat hari Sabtu nama-nama KPPS itu sudah harus masuk karena minggu depan kita akan laksanakan Bimtek khusus untuk KPPS dan itu juga data-data yang akan dilaporkan oleh KPU kabupaten kepada KPU Provinsi dan Pusat. KPU Sipa Bertanggungjawab Ditegaskan Petrus Rumere, KPU Nabire dari awal sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilu 2014 diatas aturan. Oleh karena itu apapun yang terjadi dirinya akan bertanggungjawab. “Bila kita berdiri diatas aturan, maka apapun yang terjadi ditingkat bawah KPU akan bertaggungjawab dan saya selaku Ketua KPU sudah wakafkan diri ini untuk siap bertanggungjawab. Saya sudah punya komitmen secara pribadi. Ini hajat negara, ini NKRI. Sepanjang kita berjalan diatas aturan silahkan orang komplen. Sepanjang saya berjalan diatas aturan langit runtuh sekalipun saya tetap pegang komitmen itu. Saya sudah komitmen untuk berjalan diatas aturan, silahkan langit runtuh, ini negara, siapa takut,” tandasnya. (ing)