NABIRE – Koresponden Mingguan Buser, Nasarudin, sesalkan tindakan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, yang memukul dirinya di depan kediaman seorang anggota legislatif Nabire, di Jalan Suci Kelurahan Siriwini Rabu (15/7) lalu. Karena, tindakan tersebut tanpa menanyakan identitas dan keperluannya berada di depan kediaman anggota DPRD Nabire. Oknum anggota DPRD secara terpisah mengatakan, dirinya tidak tahu bahwa yang bersangkutan adalah oknum wartawan karena tanpa tanda pengenal identitas dan pada saat kejadian, emosi anggota dewan sedang memuncak gara-gara persoalan internal dengan Sekretariat DPRD Nabire.Nasarudin kepada media ini, Selasa (21/7) pagi mengatakan, dirinya berada di tempat pertemuan internal anggota DPRD Nabire yang berlangsung di kediaman salah seorang anggota dewan, Hj Kristin Maruanaya hingga menjelang subuh karena hendak menagih utangnya kepada beberapa anggota dewan. Menurut Nasarudin, ke tempat pertemuan internal tidak bermaksud untuk meliput kegiatan tersebut. Salah seorang ‘dekat’ anggota menanyakannya kehadirannya karena melihat lampu Spycay yang sedang menyala saat mencas. Sudah diberitahu bahwa lampu sedang menyala tidak bermaksud merekam tetapi karena sedang mengisi baterai. Namun yang bersangkutan tidak memahami dan mengiranya sedang memantau pertemuan tengah malam di kediaman salah seorang anggota dewan tersebut.Nasarudin mengaku sempat memperlihatkan Id cardnya kepada yang bersangkutan namun tidak ditanggapi. Salah seorang anggota dewan menggebuk di bagian kepala Nasarudin karena merasa terusik dengan kehadiran ‘orang luar’ ketika emosi anggota sedang memuncak.Kasus pemukulan tersebut, Nasarudin mengadu ke Polres Nabire dan Polres Nabire sudah mempertemukan kedua belah pihak. Kasus tersebut disepakati untuk diselesaikan dengan atur berdamai dengan dua perjanjian. Perjanjian pertama,  secara kekeluargaan. Kedua belah pihak memilih jalur atur damai dengan dua kesepakatan yakni, oknum anggota DPRD diminta untuk membuat pernyataan permohonan maaf melalui media lokal yakni Papuapos Nabire sebanyak 3 kali berturut-turut dan menyanggupi membayar biaya pengobatan atas nama Nasarudin. Nassarudin sesalkan tindakan oknum anggota dewan tersebut karena anggota dewan merupakan pejabat publik sehingga tidak seenaknya bertindak gegabah tanpa menanyakan keperluannya. “Pejabat publik jangan seenaknya kepada masyarakat, apalagi terhadap wartawan,” pintanya.Sebelumnya, oknum anggota dewan (Mt) menyatakan menyesal atas perbuatannya. Karena, saat itu tidak tahu bahwa yang bersangkutan wartawan, karena yang bersangkutan hadir tanpa menunjukkan identitasnya sebagai wartawan.  “Waktu itu, kami (anggota dewan) sudah tegang, karena rapat sampai tengah malam,” tuturnya. Sekretariat ada putar-putar kami baru namun, setelah memukul yang bersangkutan, Mt mengaku sudah membantu Nasarudin dengan meminta kepada anggota yang berutang agar segera melunasinya. “Saya tekan mereka yang ada utang supaya segera bayar. Malam itu juga saya minta bendahara potong itu honor mereka untuk bayar utangnya,” jelasnya.Untuk menghindari kejadian seperti ini tidak terulang lagi di waktu-waktu mendatang, ia menghimbau agar setiap wartawan yang hendak melaksanakan kegiatan peliputan hendaknya memperkenalkan identitas sebagai wartawan, karena tidak semua pejabat di daerah ini mengenal wartawan yang meliput di daerah ini.Ia juga mengajak, Nasarudin dan semua insan pers di daerah ini untuk bersatu membagun daerah ini agar lebih maju dari hasil pembangunan yang kita capai selama ini.(ans)