DOGIYAI – Seorang warga bernama La Ilo, korban serangan Orang Tak Dikenal (OTK) di Kampung Ekemanida, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dikabarkan Meninggal Dunia (MD) saat dievakuasi menuju Kabupaten Nabire.

Informasi meninggalnya korban beredar di sejumlah grup WhatsApp (WA) warga masyarakat. Disebutkan, La Ilo menghembuskan napas terakhir tepat di KM 142, sebelum sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit di Nabire.

Peristiwa penyerangan terdapat korban terjadi pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Korban yang merupakan seorang pendatang, diserang secara tiba-tiba dengan senjata tajam yang diduga kampak oleh pelaku tak dikenal.

Akibat luka sobek besar di bagian wajah, korban sempat dievakuasi ke tempat terdekat untuk mendapat pertolongan awal sebelum dibawa turun ke Nabire.

Namun, kondisi korban terus memburuk dalam perjalanan akibat luka sobek dibagian kepala korban. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun motif penyerangan.

Data yang dihimpun media ini dari Dogiyai, dikabarkan telah terjadi aksi perampokan pada counter HP di Jembatan Beton Kali Tuka, Kabupaten Dogiyai yang disertai dengan aksi penganiayaan terhadap salah seorang masyarakat dai Suku Buton atas nama La Ello. Peristiwa perampokan terjadi pada Senin (14/4/25) sekira pukul 14.45 WIT bertempat di Counter Handphone Arsen Cell, Jembatan Beton Kali Tuka. Telah terjadi pula penganiayanan terhadap masyarakat Suku Buton atas nama La Ello di Pertigaan Terminal Moanemani. Korban penganiayaan mengalami luka sobek serius pada bagian muka.

Kronologis kejadian, sekitar pukul 11.45 Wit, korban atas nama Handoko Febrino sedang melakukan rutinitas menjaga Kios Handphone Arsen Cell. Kemudian masuk seorang anak kecil dengan maksud untuk menanyakan kartu prabayar di dalam kios. Setelah itu, korban Handoko Febrino mempersilahkan anak tersebut masuk ke dalam kios lalu korban menutup pintu kios. Setelah itu, si anak meminta untuk dikeluarkan dari dalam kios. Namun pada saat korban hendak membukakan pintu kios, korban melihat gerombolan pemuda sekitar kurang lebih sebanyak 15 orang yang didominasi oleh anak di bawah umur mencoba masuk ke dalam kios. Sempat beberapa orang pemuda menahan pintu kios yang hendak ditutup oleh korban sambil menodongkan alat tajam berupa kapak, pisau dan parang.

Sekelompok pelaku pun langsung merangsek masuk ke dalam kios dengan mendobrak pintu kios yang hendak ditutup oleh korban. Korban berlari ke bagian dalam kios karena merasa terancam. Korban sempat berteriak minta tolong, teriakan korban didengar saksi atas nama Sukma Aditya. Para pelaku masuk dan menghancurkan etalese barang jualan yang berada di dalam kios dan mengambil Handphone sebanyak 4 unit terdiri dari 2 unit Smartphone dan 2 unit Handphone Nokia model lama serta beberapa aksesoris handphone lainnya.

Korban bersama dengan saksi keluar dari dalam kios menuju bagian depan dan mengusir para pelaku yang sedang melakukan penjarahan menggunakan alat tajam parang. Kelompok pelaku pun lari keluar dari dalam kios.

Sementara itu, sekira pukul 12.00 WIT, korban La Ello melintas di Jalan Raya Kampung Ekemanida menggunakan kendaraan roda dua dari arah Bank Papua hendak pulang menuju Kompas Ikebo. Sesampainnya di dekat Jembatan Kali Tuka Terminal Moanemani, korban dibacok menggunakan alat tajam berupa kapak yang mengenai bagian muka korban. Pelaku berjumlah kurang lebih 4 orang yang sedang berjalan kaki di lokasi kejadian. Para pelakupun langsung melarikan diri ke arah Kampung Ekemanida. Sementara korban menyelamatkan diri menuju lokasi pembuangan sampah yang jalannya tembus pada Areal Kompas Ikebo.

Data yang diterima media ini, sekira pukul 11.55 Wit, personil Polres Dogiyai yang dipimpin Pawas/Kasiewas Polres Dogiyai, IPDA Silvianus J. Yapen tiba di TKP perampokan pada Kios Arsen Cell guna merespon TKP perampokan.

Pukul 12.08 Wit, personil Respon TKP perampokan mengamankan korban penganiayaan La Ello yang terjadi di jalan turun jembatan dekat pertigaan Terminal Moanemani. Selanjutnya membawa korban menuju Warnet Anugerah guna mendapat pertolongan pertama.

Pukul 13.20 WIT, personil Polres Dogiyai melakukan pengawalan korban pembacokan menuju RSUD Nabire dipimpin Kasiwas Ipda Selvianus J. Yapen bersama 3 personil Polres Dogiyai. (wan/ros)