KONI Nabire Bentuk Tim Pantau Cabor
NABIRE – KONI Kabupaten Nabire menggelar rapat perdana tahun 2018, Sabtu (3/3) lalu di Kantor KONI Nabire. Rapat yang dipimpin Ketua
Bagikan
NABIRE – KONI Kabupaten Nabire menggelar rapat perdana tahun 2018, Sabtu (3/3) lalu di Kantor
KONI Nabire. Rapat yang dipimpin Ketua Harian KONI Nabire, Madyo Prayitno,
didampingi Sekretaris KONI Nabire, Sigit Triyantoro, S.Hut, dihadiri sejumlah
pengurus KONI Nabire. Salah satu agendanya, KONI Nabire membentuk Tim KONI
untuk memantau cabang olahraga (Cabor) yang ada di daerah ini. Pemantauan
terhadap atlet-atlet pada masing-masing Cabor dilakukan untuk persiapan gelaran
Kejurda Provinsi Papua dalam rangka menuju PON 2020 mendatang. Dari 18 Cabor yang aktif di Kabupaten Nabire, telah dibentuk 4 Tim KONI Nabire. Keempat tim
yang dibentuk ini, nantinya akan dibagi untuk memantau Cabor-Cabor yang ada di
Nabire. Terkait dengan pembentukan Tim KONI, Ketua Harian KONI Nabire, Madyo Prayitno menuturkan, tim
yang dibentuk tugasnya memantau Cabor-Cabor. Hasil pantauan Tim KONI ini akan
memberikan masukan untuk diputuskan bersama mana Cabor prioritas untuk
selanjutnya dibuatkan SK oleh KONI Nabire. Ditanya soal kepastian pelaksanaan Kejurda Provinsi Papua, katanya, masih menunggu informasi
dari provinsi. Namun demikian, Kabupaten Nabire melalui KONI Nabire memandang
perlu untuk mengambil langkah persiapan. Perlu dilakukan pemantauan terhadap
atlet-atlet masing-masing Cabor untuk melihat yang memiliki potensi. “Saat Kejurda digelar nanti, kita tidak perlu mengikuti semua nomor yang dipertandingkan jika
atlet kita tidak memiliki potensi untuk itu. Akan lebih baik kita mengikuti
nomor yang atlet kita punya potensi dan bisa bersaing. Kita kirim atlet yang
benar-benar bisa bersaing, jangan kita kirim banyak atlet hanya untuk
ramai-ramai saja,” tuturnya. Dirinya mengharapkan kedepan ada atlet dari Kabupaten Nabire yang bisa terseleksi dan
masuk dalam tim atlet Provinsi Papua pada PON 2020 mendatang. Terhadap Tim KONI
yang dibentuk ini, Madyo Prayitno berharap agar tim bekerja maksimal dan
profesional agar membuahkan hasil yang maksimal pula. Di awal pertemuan, Ketua Harian KONI Nabire mengatakan, seharusnya Provinsi Papua sudah memiliki
perbendaharaan atlet dari hasil-hasil kejuaraan yang digelar. Namun hal ini
tidak dibuat oleh KONI Papua. Hati pengurus KONI Papua untuk kabupaten/kota
dipertanyakan jika yang dilakukan KONI Papua hanya mengakomodir atlet yang ada
di Jayapura. “Tim tambahan atau bayangan yang akan diseleksi melalui Kejurda, itu yang kita kejar dengan
mempersiapkan atlet-atlet kita. Kriteria yang kita gunakan untuk seleksi atlet
dengan melihat hasil kejuaraan-kejuaraan yang selama ini sudah dilaksanakan,”
ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



