TIMIKA - Konferensi Sinode Ke-4 Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII) Wilayah II, Provinsi Papua Tengah, resmi dibuka di Graha Sinode, Jalan Mayon, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Konferensi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan gereja, memperkuat persatuan jemaat, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan, Selasa (13/10/2026).

Pembukaan konferensi dihadiri sejumlah kepala daerah, pimpinan TNI-Polri, pimpinan gereja, serta jemaat dan kader GKII dari berbagai wilayah. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa dan penyematan tanda peserta oleh pejabat daerah bersama pimpinan gereja.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang dibacakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, ditekankan pentingnya menjaga keutuhan, persatuan dan kedamaian, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

GKII di Tanah Papua diharapkan terus menjalankan peran strategis dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Gereja tidak hanya menjadi tempat pembinaan iman, tetapi juga wadah pemersatu jemaat, penguatan nilai-nilai kasih, serta pendorong terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai di Tanah Papua.

Selain persatuan jemaat, peran kaum perempuan turut menjadi perhatian. Kaum ibu dinilai memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter generasi penerus melalui pendidikan dalam keluarga, sekaligus mempersiapkan anak-anak agar kelak mampu menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat.

Sejarah masuk dan berkembangnya Injil di Tanah Papua, termasuk perjalanan pelayanan dari Enarotali hingga berbagai wilayah lainnya, juga menjadi pengingat akan pentingnya peran gereja dalam membangun kehidupan iman dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Dalam konferensi tersebut, generasi muda menjadi salah satu perhatian penting. Kaum muda GKII diharapkan tidak hanya berperan sebagai anggota jemaat, tetapi juga tampil sebagai penggerak pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat.

Para pemuda diingatkan untuk menjaga persatuan, memperkuat komitmen moral dan spiritual, serta menjauhi perilaku negatif, termasuk konsumsi minuman beralkohol yang berpotensi berdampak buruk terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda.

Pembinaan generasi muda dinilai penting agar mereka mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, gereja, dan masyarakat. Dengan demikian, pemuda diharapkan turut mengambil bagian dalam menjaga kedamaian serta mendorong perubahan positif di Tanah Papua.

Setelah pembukaan, Konferensi Sinode Ke-4 dijadwalkan memasuki agenda persidangan dan pemilihan kepengurusan baru. Forum ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi jemaat.

Kepemimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh unsur jemaat, menjaga soliditas organisasi, serta memperkuat peran GKII sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kasih.

Melalui konferensi ini, GKII Wilayah II Papua Tengah diharapkan semakin memperkuat komitmen pelayanan, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di Papua Tengah dan Tanah Papua secara luas. (luk)