NABIRE - Terkait video yang beredar di Media Sosial (Medsos), Calon Bupati (Cabup) nomor urut 01, Martinus Adii yang ditengarai sedang berkelahi dengan salah satu pendukung 02 di TPS 5 Morgo, Kotalama, pada Rabu (27/11/2024) lalu. Video tersebut sempat viral dan mengundang antusiasme warga online di Kabupaten Nabire.

Dikatakan oleh, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, Akwila Yafeth Wakum, dalam wawancaranya pada Rabu (27/11/2024).

Dirinya juga belum mengetahui persis seperti apa prosesnya, tetapi sempat terjadi keributan antara masa pendukung dan salah satu calon bupati dari Kabupaten Nabire yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) langsung.

"Terjadi insiden keributan, namun secara langsung oleh pihak keamanan yang segera dilakukan tindakan pengamanan, sekaligus menjalankan tahapan di TPS dan persoalan tersebut terjadi beberapa menit," ujarnya.

Proses pencoblosan sudah normal kembali dan keluarga sudah ikut memilih, dan terkait insiden yang tadi pagi terjadi mungkin terjadi tindakan kekerasan dan ranah tersebut berada di kepolisian.

"Dari penyelenggara Panwas, Pandis, PTPS mereka sudah kembali normal dan menurut mereka masalahnya di kertas pemberitahuan, sebagian warga tidak menerima, tetapi sudah dijelaskan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bahwa surat pemberitahuan bukan secara mutlak, dan itu hanya pemberitahuan," ungkapnya.

Masyarakat bisa ke TPS dan menggunakan KTP dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mereka, serta petugas KPPS juga akan membantu kalau pemilih tersebut tidak ada HP, atau cek DPT online, cuma ada beberapa warga yang tidak menerima dan maunya mereka harus pakai undangan.

"KPPS dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) bersepakat bahwa mereka akan membantu DPT online dan mengecek DPT dan itulah proses awal dari pemicunya misskomunikasi, terkait pemahaman masyarakat dan surat pemberitahuan," pungkasnya.(edi/rob)