Komisi II DPRP Temukan Paket Bantuan Karamba Bermasalah
JAYAPURA - Dari hasil kunjungan kerja Komisi II DPR Papua pada akhir pekan kemarin, Komisi II DPR Papua menemukan adanya bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua yang belum direalisasikan seluruhnya kepada warga Kampung Hobong, Kabupaten Jayapura. Ba
Bagikan
JAYAPURA - Dari hasil kunjungan kerja Komisi II DPR Papua pada akhir pekan kemarin, Komisi II DPR Papua menemukan adanya bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua yang belum direalisasikan seluruhnya kepada warga Kampung Hobong, Kabupaten Jayapura.
Barbelina salah satu warga setempat mengungkapkan, adanya paket bantuan budidaya ikan air tawar dalam karamba itu diberikan 6 bulan lalu, namun tidak lengkap. Itu hanya berupa Keramba saja, namun, sampai saat ini, untuk bibit ikan dan Pakan serta perlengkapan lainnya belum terealisasi.
“Mereka janji akan memberikan bantuan bibit ikan sebanyak 7 ribu ekor setelah Karamba terpasang, namun sampai sekarang belum diberikan,”ungkap Barbalina.
Barbalina membeberkan bahwa, pada paket bantuan itu, berupa karamba sebanyak 7 petak bersama gudangnya, yang diberikan kepada Ondoafi Hobong dan kelompok dari Gereja Siloam Hobong.
Namun, kata Barbalina, untuk Ondoafi Hobong sudah diberikan bibit ikan hanya 1.000 ekor saja, sedangkan sisanya sampai saat ini belum diberikan. Ya, mereka janji akan memberikan bantuan bibit, namun kami tunggu sampai sekarang belum diberikan,” bebernya.
Dalam kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni didampingi Sekretaris Komisi II, Jhon Ibo, dan Anggota Komisi, Mustakim HR, H. Syamsunar Rasyid, Mustakim dan Pendis Enumbi.
Deerd Tabuni mengaku akan menindaklanjuti temuan dari Komisi II DPR Papua ini, dengan memanggil Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menjelaskan mengenai paket bantuan tersebut.
Pihaknya mensinyalir bahwa permasalahan paket bantuan dalam pengembangan budidaya ikan air tawar dalam karamba ini, bisa saja terjadi di kampung lain di areal Danau Sentani.
“Kami lihat bantuan kepada Ondoafi itu seharusnya 7 ribu ekor bibit ikan mujair, namun baru dikasih 1.000 ekor bibit, sedangkan sisanya 6 ribu ekor bibit itu dikemanakan? Itu jadi pertanyaan kita. Masyarakat menyesalkan ini, karena pemerintah tidak serius membantu mereka,” ketus Deerd Tabuni.
Bahkan, kata Deerd Tabuni, paket bantuan hanya diberikan untuk gereja, hanya karamba saja, sedangkan bibit ikannya sampai sekarang belum diberikan.
“Kami akan bicara dengan Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan sehingga bibit ikan itu harus dipenuhi dulu, termasuk masyarakat sekitar Kampung Hobong meminta bantuan bibit ikan,” ujarnya.
Deerd Tabuni menilai bahwa, pembuatan karamba bantuan itu, bukan dilakukan di Kampung Hobong, tetapi dari daerah lain yang kemudian diserahkan ke Kampung Hobong, sehingga terkesan tidak ada pemberdayaan.
Untuk itu, Anggota Komisi II DPR Papua, Mustakim HR akan menindaklanjuti temuan bantuan bermasalah tersebut. “Ya, kami akan tindaklanjuti dan mengcrosscek ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua dalam waktu secepatnya, apakah bantuan itu bertahap atau memang 7 ribu itu seharusnya sekaligus. Apalagi, bantuan ini dikerjakan oleh pihak ketiga, nanti kita akan cek juga apakah memang tagihan apakah sudah sepenuhnya kepada dinas terkait atau belum,” jelasnya. (yuni)
Bagikan artikel ini



