Kodam Rebut 25 Pucuk Senjata Milik OPM
Jayapura - Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih berhasil merebut 25 pucuk senjata api dari tangan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, selama dua bulan terakhir. Senjata tersebut disinyalir merupakan hasil rampasan milik aparat yang bertugas di Papua.
Bagikan
Jayapura - Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih berhasil merebut 25 pucuk senjata api dari tangan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, selama dua bulan terakhir. Senjata tersebut disinyalir merupakan hasil rampasan milik aparat yang bertugas di Papua.
Menurut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, ke-25 Pucuk senjata tersebut direbut melalui 2 bagian, yakni dalam penyerahan langsung kepada anggota Kodam maupun kontak senjata dengan kelompok tersebut. Ke-25 pucuk senjata tersebut didapat di Kabupaten Keerom, Mimika dan sejumlah Kabupaten di Pegunungan." 25 Pucuk senjata itu hasil dari 2 bulan, baik dalam bentuk penyerahan maupun pada saat aksi kontak senjata selama ini. Namun semuanya itu tidak lepas dari dukungan dari semua pihak tokoh-tokoh masyarakat dan agama serta Pemerintah Daerah," kata Zebua di Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (4/3) kemarin.Selain merebut senjata, Pangdam mengungkapkan, pihaknya juga telah menembak enam anggota OPM dalam kontak senjata. Meski demikian, Pangdam mengaku sedih atas meninggalnya ke-6 anggota OPM tersebut."Ada 6 anggota kelompok OPM juga yang tertembak dan meninggal, yakni dua orang di Kabupaten Mimika dan 4 orang di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Saya tidak merasa bangga 6 korban dari mereka meninggal, justru merasa berduka," tuturnya.Dalam menghadapi kelompok OPM, kata Pangdam, pihaknya juga tidak memandang sebagai musuh, melainkan saudara-saudara di Papua yang berseberangan. Namun, TNI juga tidak akan segan-segan menumpas kelompok tersebut apabila masih menggangu rakyat sipil."Prajurit TNI tidak akan dendam kepada orang-orang dan kalau orang yang berbeda paham tidak menganggap mereka sebagai musuh tapi bagaimana menganggap mereka sebagai saudara-saudara yang memang mau gabung dengan NKRI serta harus menyerahkan senjata yang selama ini dipakai untuk menganggu rakyat. Namun kalau menganggu rakyat dengan menggunakan senjata maka saya tumpas,"tegas Zebua.
Bagikan artikel ini



