Koalisi Enaimo Anigou Tanggapi Serius Aspirasi Tolak Pemekaran Kampung dari Mahasiswa Deiyai

DEIYAI - Para mahasiswa asal Deiyai yang mengatasnamakan Front Mahasiswa Deiyai, telah menyampaikan aspirasi melalui aksi demo damai, beberapa waktu lalu di halaman Kantor Bupati Deiyai di Tigido, Waghete Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Dalam aksi demonya, para mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satu penolakan pemekaran kampung, distrik di Deiyai dan beberapa poin aspirasi lainnya.
Aspirasi penolakan pemekaran kampung, distrik ini ditanggapi serius dari Koalisi Enaimo Anigou, koalisi partai pengusung, Mote-Pigome, dari PPP, PKN, PBB, PSI, PKS, Demokrat dan partai Gelora.
Menurut Koalisi Enaimo Anigou, penolakan pemekaran kampung dan distrik di Deiyai yang disampaikan para mahasiswa itu, harus dibuktikan dengan kajian ilmiah secara kredibel, agar tidak menyesatkan warga.
Ketua PSI Deiyai, Jhon Mote, mewakili Koalisi Enaimo Anigou mengatakan, pemekaran kampung merupakan suatu harapan yang sedang dinanti-nantikan warga masyarakat dari sekian lama, belum ditindaklanjuti oleh bupati sebelumnya, walaupun banyak kampung yang layak dimekarkan.
Protes para mahasiswa yang disampaikan beberapa poin melalui aksi demo itu, hak para mahasiswa, tetapi protes terhadap rencana pemekaran kampung itu sama saja protes warga. Karena, pengusulan pemekaran kampung itu harapan murni dari warga sendiri yang telah disampaikan ke pemerintah daerah melalui dinas terkait.
"Jumlah usulan pemekaran kampung yang disampaikan ke Pemda sebanyak 400 proposal, sudah di meja dinas DPMPK sebagai dinas teknis," katanya.
Menurutnya, aksi penyampaian aspirasi itu dijamin karena sesuai dengan aturan, bebas menyampaikan aspirasi di muka umum dan lainnya, tetapi pemekaran kampung itu harapan murni dari warga sendiri yang sudah lama menantikan realisasi pemekaran kampung dari massa kepemimpinan bupati sebelumnya.
Sehingga di massa kepemimpinan Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayup Pigome, sedang berupaya untuk menjawab harapan murni dari warga sendiri, tentang pemekaran kampung.
"Kami juga berharap, pemerintah dapat segera berupaya untuk dapat menjawab harapan warga tentang pemekaran kampung, yang layak untuk dimekarkan," harapnya.
Usulan pemekaran kampung yang telah sampaikan melalui dinas teknis, menurutnya, pastinya akan diseleksi, uji kelayakan berdasarkan aturan. Ada kriteria pemekaran kampung, yang bisa mekarkan, hanya kampung yang memenuhi kriteria, kategori layak mekarkan kampung saja yang dimekarkan, tidak semua.
Selain itu, menurutnya dalam sistem pemerintahan, terutama dalam penerimaan dana pembangunan dari pemerintah pusat, pemekaran kampung, distrik, salah satu syarat penambahan penerimaan dana pusat. Karena jumlah dana pusat yang diberikan ke setiap kabupaten kota berdasarkan kepadatan penduduk dan luas wilayahnya.
"Apalagi usulan pemekaran kampung distrik sesuai aspirasi murni dari warga masyarakat Deiyai sendiri. Jika dibatalkan pemekaran kampung, dampaknya kurang bagus dalam tatanan kehidupan warga di tingkat kampung dan usulan pemekaran itu murni dari harapan warga," pungkasnya.
Untuk itu, Koalisi Enaimo Anigou mengharapkan, para mahasiswa sebagai penerus pembangunan Deiyai, Papua Tengah, mampu memilah-milahkan persoalan pembangunan. Kalian juga bagian dari pelaku pembangunan dan mampu mengkontribuskan dalam pembangunan melalui berbagai bentuk kontribusi pembangunan sesuai displin ilmunya.
Oleh sebab itu, Koalisi Enaimo Anigou mengajak, para mahasiswa, terus melangkah bersama pemerintah, dalam membangun Deiyai yang lebih maju sesuai harapan bersama.(hbb)
Bagikan artikel ini



