NABIRE – Hingga kini, kurang jelas (KJ) apakah anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Distrik Teluk Umar ujian atau tidak. Sampai hari ini (Rabu, 20/4/22) anak-nak di sana tidak tahu ada ujian atau tidak. Karena, tidak ada guru-guru di sana.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Nabire, Sambena Inggeruhi saat pembahasan Rancangan Akhir (Rankir) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Nabire tahun 2021–2026 di Ruang Panmus DPRD, Rabu (20/4/22).

Sambena mengungkap, anggota DPRD baru kembali dari reses di daerah pemilihan masing-masing. Saat reses ke Distrik Teluk Umar beberapa hari lalu, anak-anak SMP di Distrik Teluk Umar, tidak tahu ada ujian atau tidak. Karena, hingga kemarin, guru-guru SMP Teluk Umar tidak ada di sana.

Oleh sebab itu, dalam pertemuan tersebut, Sambena meminta Bupati Nabire, Mesak Magai dan Pelaksana tugas (Plt) Sekda, Herman Kayame untuk menelepon Kepala Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan hal ini. 

Sambena menambahkan, usai kembali dari reses, internal DPRD akan menyusun temuan dan aspirasi dari bawah dan akan audinesi dengan mitra masing-masing komisi untuk meminta penjelasan eksekutif melalui mitra masing-masing komisi.

Sebelumnya, anggota DPRD Nabire dalam pertemuan tersebut mempersoalkan tiadanya guru dan petugas kesehatan di kampung dan daerah terpencil. Karena, hampir sebagian gedung sekolah terlantar dan Puskemas/Puskesmas Pembantu dibiarkan karena tidak ada guru dan petugas kesehatan di sana. Akibat tidak adanya guru dan petugas kesehatan di daerah terpencil dan terisolir, gedung sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan ditutupi rerumputan. (ans)