NABIRE - Belakangan ini berita kematian imam katolik di Papua maupun Indonesia terus mengalami peningkatan.

Terutama jumlah pastor asli Papua yang mati secara kontinyu.

Banyak yang bertanya-tanya ada apa dan mengapa terjadi demikian, para pastor ini ada yang meninggal karena sakit, juga tiba-tiba seperti almarhum Mgr. John Philip Saklil Pr selaku Uskup Timika.

Kematian beruntun ini justru mendatangkan hasil yang berlimpah, telah tahun 2019 Uskup Agats Mgr. Murwito OFM mentahbiskan enam imam di gereja katolik Tiga Raya Timika kini pilihan Keuskupan Timika menambah pasukan laskar Kristus.

Tepat hari Minggu (11/10) di gereja katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Uskup Mgr. Aloysius Murwito OFM mentahbiskan dua imam diantaranya, Pastor Benyamin Magai Pr, dan Pastor Nikolaus Wakei Pr, bersama delapan Diakon lainnya.

Tentunya ini telah terwujud kerinduan umat katolik dan publik umum bahwa harus ada pengganti dari para imam katolik yang telah mendahului kita. 

Pada diakon diantaranya, Febronius Angelo Pr, Fransiskus Sondegau Pr, Paulus Leopati Yerwuan  Pr, Silvester Dogomo Pr, Vincentius Budi Nahoba Pr, dan  Yoseph Bunai Pr,. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Uskup Agats Mgr. Wurwito meminta kepada kedua imam baru agar harus mendepankan tiga pesan utama yakni, mengajar,menguduskan dan memimpin atau mengembalakan umat. 

Dua diakon yang ditahbiskan menjadi Pastor dan delapan Frater yang ditahbiskan menjadi diakon bukan orang hebat,tapi punya keterbatasan.

Tetapi anda akan memasuki jajaran imamat dalam gereja secara resmi demi kepentingan pelayanan umat Allah.

Hendaklah kalian tekun dan setia melayani umat, kata Uskup Aloysius dalam kotbanya.

Ia mengatakan dua imam dan delapan diakon lebih banyak mendengar ketimbang ikutan arus.

Harus mengimani perintah Tuhan Allah,inilah anak yang kukasihi dengarkanlah dia.

Dengarkan,mendengar dengan telinga tapi juga mendengar dengan seluruh indera kita akan apa yang sesungguhnya Tuhan mau kepada kita.

Kita diajak untuk sungguh-sungguh memahami apa yang dikehendaki Tuhan. Pengalaman menunjukan mendengar itu tidak muda.

Hal-hal yang penting sering kita abaikan banyak orang sibuk untuk dirinya sendiri.

Tuhan bersabda kepada kita melalui kitab suci juga melalui peristiwa,tanda-tanda itu disampaikan Tuhan kepada kita untuk menanggapinya,ungkapnya.

Administrator Diasosesan Keuskupan Timika Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo Pr, mengatakan Tuhan Allah sendiri memilih dan menetapkan dua orang imam dan delapan orang diakon.

Seperti Yesus mengutus murit-muritnya.

Ditengah-tengah srigala artinya medan bisa menjadi serigala,kesulitan itu bisa menjadi serigala,situasi politik papua yang semakin memanas seperti penolakan Otsus dan Jakarta mau supaya berjalan tenang-tenang tetapi menghanyutkan juga serigala kata Kuayo.

Ia berharap kehadiran Pastor dan Diakon ditengah-tengah umat dalam situasi yang makin banyak kesulitan ini untuk menyatuhkan semuanya.

Kita dengar pewarta ditembak,pendeta ditembak,tentara dipotong maka itu kepada diakon dan pastor hadir untuk menyatuhkan semua itu,”ucapnya. 

Kesempatan itu juga Kuayo, ajak semua pihak melakukan hening sejenak untuk Almarhum Mgr. John Philip Saklil Pr, sebenarnya dia yang menabiskan tapi itu sudah mendahului kita dan mereka yang ditahbiskan ini adalah hasil karya dari Almarhum,” ucapnya.

Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Mgr. Aloysius Murwito OFM Uskup Agats yang datang dari jauh-jauh untuk melaksanakan misi Tuhan kata Kuayo,”pungkasnya. (modes)