Keuskupan Timika dan PSW Yayasan Katolik Berkunjung ke SMK Santo Joseph Kalasanz Nabar
NABIRE - Kunjungan Keuskupan Timika dan PSW Yayasan Katolik Kabupaten Nabire diterima Kepsek SMK YPPK Santo Joseph Kalasanz Paroki Santo Yos
NABIRE - Kunjungan Keuskupan Timika dan PSW Yayasan Katolik Kabupaten Nabire diterima Kepsek SMK YPPK Santo Joseph Kalasanz Paroki Santo Yosep Nabar, Emanuel Goo, S.Pd beserta guru-guru dan para siswa didik, Senin (26/7/21) di halaman sekolah Kaladiri 1.
Kunjungan dilakukan untuk melihat keadaan perkembangan sekolah. Atas kunjungan itu, Kepsek Emanuel Goo menyampaikan terima kasih kepada pihak Keuskupan Timika dan PSW Yayasan Katolik Kabupaten Nabire. Dirinya mengapresiasi pihak-pihak yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berkunjung untuk menjalankan tugas dan pelayanan Tuhan.
Perwakilan dari Keuskupan Timika, John Giyai mengatakan, pihaknya datang berkunjung dalam rangka melihat perkembangan SMK Paroki Nabire Barat. Baik itu berkaitan dengan kelengkapan sarana prasarana sekolah, guru-guru, siswa didik berapa banyaknya, lokasinya, tempat praktek lokasi siswa didik serta data dapodik siswa dan sebagainya.
Karena SMK merupakan sekolah jurusan untuk meningkatkan pengetahuan sarana bertani dan beternak yang unggul yang nantinya dimiliki siswa didik. Agar kedepan ketika mereka selesai dari sekolah mampu produktivitas menghasilkan manfaatnya yang menunguntungkan bagi siswa didik.
“Harus siswa diterima dari fasilitator yaitu budidaya tanaman sayuran serta budidaya ternak yang baik dan sehat hingga pihak penyuluh di lapangan harus kontrol siswa didik itu dengan sebaik-baiknya. Agar mereka terima dan miliki hasil yang bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi kehidupan mereka kedepan,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada umumnya di wilayah Meepago ketika anak-anak sudah selesai sekolah banyak yang tidak tahu kerja dan tidak punya lapangan pekerjaan. Sehingga banyak anak-anak yang masuk terjerumus ke dalam minum minuman keras, aibon, narkoba, narkotika, seks bebas akhirnya mendapat HIV/AIDS dan tinggal menunggu waktu mati.
Kata dia, untuk memutuskan mata rantai penyakit sosial yang merajalela di Kabupaten Nabire, pihak sekolah, umat, Pastor Paroki, Dewan Paroki Yayasan dan pemerintah daerah harus duduk mulai diskusi, koordinasi, konsultasi, komunikasi kerja bersama.
“Kami pihak Yayasan Keuskupan Timika menyediakan bagi anak-anak generasi kedepan hingga melalui salah satu Paroki yakni Paroki Santo Yosep Nabire Barat membuka SMK sekolah jurusan. Pemerintah Kabupaten Nabire harus mendukung dan memfasilitasi sarana prasarana, kelengkapan alat kerja, tempat praktek siswa didik dan pula berupa bantuan bibit ternak, bibit sayuran, pukuk serta modal uang,” katanya.
Kata dia, Pastor Paroki Nabar sudah membuka bengkel bagi anak-anak jalanan, yakni cetak batu batako, las besi pintu pagar, jendela dan lain sebagainya. Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan untuk mendukung dan memfasilitasi kerja sama dengan pihak Paroki bersangkutan untuk memberdayakan anak-anak jalanan. (modes)
Bagikan artikel ini



