NABIRE - Wakil Bupati Ismail Djamaluddin selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Nabire, optimis tekan angka stunting di Nabire. Untuk membangun komitmen bersama sebagai upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus perumusan strategis dalam penguatan konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire.


"Seperti yang kita ketahui bahwa TPPS ini, yang sudah kita lakukan pelantikan sehingga angka yang ada saat ini dapat kita dengan waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Ismail sekaligus membuka kegiatan ini, di Aula Bappeda Jalan Merdeka, Selasa (24/09/2024).


Dirinya berharap setelah kegiatan ini langsung rapat koordinasi. Ismail mengatakan ada beberapa kendala-kendala yang dirinya ingatkan kepada teman-teman OPD selaku bidang konvergensi dan intervensi supaya absen nyata yang dilakukan di lapangan betul-betul dapat dilakukan tepat sasaran.


Ia menambahkan, jumlah stunting yang ada di Kabupaten Nabire sejumlah 20 persen. "Kita ketahui bahwa dinas kesehatan sebagai ujung tombak," ucapnya.


Ismail mengucapkan, bagaimana menekan angka stunting. Ini tidak bisa dihadiri bahwa ada korelasi antar stunting dengan kemiskinan ekstrim terkait juga dengan inflasi itu semuanya ada keterkaitan. "Saya berharap dalam dua atau tiga bulan terakhir ada angka signifikan yang bisa kita tekan untuk mengurangi angka stunting," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd, M.Si, M.Pd mengatakan kegiatan ini yang sifatnya sosial. Yang mengangkat harkat, martabat dan kemaslahatan masyarakat melalui kegiatan rapat koordinasi dan penyusunan rencana kerja serta TPPS di Kabupaten Nabire tahun 2024.


"Bappeda sudah melaksanakan aksi satu dan tiga," kata kepala Bappeda. Dirinya menargetkan di bulan Oktober melaksanakan aksi empat, lima dan enam bisa selesai. Dan bulan November juga akan melaksanakan aksi tujuh hingga delapan.


"Aksi yang kita lakukan nanti tidak ada maknanya teman-teman OPD yang di lapangan baik kesehatan, kominfo dan lainya tidak terinput data," ujarnya.


Karena aksi itu dilaksanakan harus ada data. Kepala Bappeda menambahkan TPPS Kabupaten Nabire mendapat pemberian dana dari provinsi yang bersumber dana Otsus berjumlah Rp.1 miliar.


Sekretaris Bappeda Nabire, Paulus Talakua S. KM mengatakan, OPD teknis yang melaksanakan stunting di Kabupaten Nabire. Untuk dinas kesehatan ini mengerjakan 30 indikator, karena dinas kesehatan mempunyai peran penting, dari sisi implementasi pelaksanaan kegiatan juga mempunyai tanggung jawab menyampaikan laporan.
"Pada saat kita melaksanakan rembuk stunting. Melihat kedudukan kita, di posisi mana, karena berdasarkan data-data itu di rekap," ucapnya.


Rembuk stunting di aksi tiga itu menentukan melaksanakan kegiatan di tahun berikut. Kegiatan ini dihadiri dinas kesehatan, dinas peternakan, dinas ketahanan pangan, dinas sosial, dinas PUPR, dinas DPMK dan staf-staf Bappeda serta OPD lainnya.(sam)