NABIRE – Ketua Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Kabupaten Intan Jaya, Wolter Belau meminta kepada panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar memperioritas kepada 4 suku asli dari daerah masing-masing Suku Moni, Dani, Nduga dan Wolani dalam perekturan CPNS tahun 2019. Prioritas kepada putera-puteri asli dari 4 suku disiasati dengan menurunkan batas terendah kelulusan dengan standar minimal kelulusan peserta umum lainnya. Sebab, kata Wolter Belau, rata-rata nilai kelulusan dari putera-puteri asal 4 suku asli rendah dibanding dengan nilai kelulisan dari suku lain yang mendaftar dan ikut seleksi penerimaan CPNS di Kabupaten Intan Jaya. Oleh sebab itu, untuk meloloskan peserta dari 4 suku asli di Intan Jaya, panitia dan pemerintah daerah perlu menurunkan batas standar kelulusannya. Permintaan perhatian khusus kepada putera/i asli Intan Jaya tersebut disampaikan Wolter Belau kepada media, Selasa (9/7) sore di Nabire setelah mengikuti proses tes penerimaan CPNS formasi tahun 2019 Kabupaten Intan Jaya yang dilaksanakan di Nabire. Kepala Suku ini meminta agar panitia lokal bersama pemerintah daerah Intan Jaya agar menetapkan standar kelulusan khusus bagi putera-puteri dari 4 suku asli di Intan Jaya dengan batas minimal 150. “Kalau bisa, 4 suku asli paling rendah 150. Nanti tambah, penilaian dari SKB,” usulnya. Ketua I LMA yang juga merangkap Ketua Dewan Adat Kabupaten Intan Jaya ini memberi alasan, batas minimal nilai kelulusan tersebut untuk menyelamatkan pencari kerja khususnya putera/i asal 4 suku asli. Sebab jika menggunakan standar nilai kelulusan yang sama untuk semua peserta, putera-puteri asli tidak akan banyak yang lulus. Sebab, kalau nilai keluluisannya disamaratakan, peserta dari 4 suku asli akan kalah bersaing sehingga tidak akan banyak yang lolos sebagai CPNS. Usulan tersebut juga untuk meminimalisir letupan-letupan di tengah masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, akibat ketidak puasan kebijakan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, untuk memngimbangi dan menekan letupan kekecewaan masyarakat lokal, pemerintah daerah bersama Panitia Penerimaan CPNS mensiasitinya dengan mematok batas terendah kelulusan dengan nilai 150 agar peserta dari 4 suku asli berpeluang lolos sebagai CPNS di daerahnya.  Ketua Dewan Adat, Wolter Belau, menyampaikan terima kasih kepada Panitia Penerimaan CPNS Tahun 2019 Kabupaten Intan Jaya dan pemerintah daerah yang telah melaksanakan tes kepada pelamar sejak 4 – 9 Juli di Nabire. Karena, selama proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes di Nabire telah terlaksana dengan lancar, aman dan transparan. Wolter menambahkan, proses tes penerimaan CPNS tahun ini berjalan lancar dan aman karena peserta dapat melihat langsung nilai akhir yang dicapai. Dengan pola seperti ini, tidak ada lagi kepentingan dan keberpihakan. Peserta bisa mengetahui sendiri, nilai kelulusannya. Oleh sebab itu, ia mengimbau, tidak boleh ada gerakan tambahan dari masing-masing peserta tes. Karena, masing-masing peserta sudah mengetahui nilai akhir tesnya sendiri. Dengan mengetahui nilai akhir tes, tidak ada lagi kecurigaan dari peserta, karena sudah mengetahui hasilnya sendiri secara transparan. (ans)