NABIRE – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Udin Mardin mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusasda), Kamis (31/8) untuk melihat secara langsung perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan perdana dari pejabat daerah termasuk anggota DPRD ke Dinas Pusasda. Dalam kunjungannya, Udin Mardin bertemu dengan Kepala Dinas Pusasda, Dominikus Lokobal, S.Ag dan Sekretaris, Drs Petrus Sadi sebelum mengunjungi ruang perpustakaan milik pemerintah daerah. Kunjungan tersebut merupakan kegiatan pra pertemuan antara Komisi A dengan mitranya, sebelum dengar pendapat antara Komisi A DPRD Nabire dengan mitranya, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.Saat pertemuan antara Ketua Komisi A dengan Kepala Dinas Pusasda  Dominikus Lokobal bersama Sekretarus, Petrus Sadi di ruang kerja Kepala Dinas Pusasda, Udin Mardin mengatakan perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku dan dokumen sebagai sumber informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, perlu mendorong minat baca dari masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa untuk membaca dengan memanfaatkan sarana seperti perpustakaan. Karena perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dilupakan selama ini.Oleh sebab itu, Udin Mardin mengajak Kepala dan Sekretaris Dinas Pusasda agar mendorong minat baca dari masyarakat di daerah ini.Untuk mengecek ketersediaan buku bacaan di perpustakaan, Udin Mardin memanfaatkan kesempatannya untuk melihat ruang perpustakaan. “Ada buku budiya ikan mujair kah,” Tanya Udin kepada pelayan perpustakaan. Ternyata, budidaya ikan mujair yang ada di perpustakaan, hanya ikan mujair di laut, tidak ada mujair air tawar. Ada sebagian masyarakat kita menanyakan budi daya ikan mujair air tawar. “Saya sendiri punya buku itu, tetapi saya tanya buku ini untuk mau tahu, apakah di perpustakaan juga menyiapkan bahan bacaan yang dibutuhkan masyarakat umum di daerah ini,” tuturnya.Usai melihat langsung persediaan bahan bacaan di perpustakaan tersebut, Udin Mardin mengatakan, pemerintah daerah perlu menganggarkan dana untuk pengadaan buku bacaan setiap tahun anggaran melalui Dinas Pusasda. Karena, bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan sangat kurang.Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Ketua Komisi A, Kepala Dinas Pusasda, Dominikus Lokobal didampingi Sekretaris, Petrus Sadi mengatakan, selama tiga tahun terakhir ini, tidak ada dana pengadaan bahan buku bacaan di perpustakaan. Sebab itu, bahan bacaan yang tersedia juga kurang.Lokobal dan Petrus Sadi juga mengatakan, kunjungan Ketua Komisi A ini juga merupakan kunjungan perdana dari pejabat di daerah ini, termasuk anggota dewan. Selama ini tidak pernah ada kunjungan dari pejabat ke perpustakaan daerah. (ans)