Ketua Ikatan Alumni Smansa Hadiri Perpisahan Murid Kelas XII SMAN 1 Nabire
NABIRE - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Nabire, Burhanuddin Pawennari yang juga selaku Ketua Alumni Smansa (SMAN 1 Nabire), Rabu (16/4/25), menghadiri acara pelepasan dan perpisahan murid kelas XII angkatan ke47 yang berjumlah 321 murid di Aula Maranatha Malompo Nabire.

NABIRE - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Nabire, Burhanuddin Pawennari yang juga selaku Ketua Alumni Smansa (SMAN 1 Nabire), Rabu (16/4/25), menghadiri acara pelepasan dan perpisahan murid kelas XII angkatan ke47 yang berjumlah 321 murid di Aula Maranatha Malompo Nabire.
Dalam sambutannya, Wabup Burhanuddin mengatakan, kehadirannya di acara pelepasan dan perpisahan murid kelas XII angkatan ke47, bukan sebagai wakil bupati akan tetapi selaku Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Nabire.
Untuk itu dihadapan para guru, siswa/siawi dan juga orangtua murid, Burhanuddin mengatakan, merasa bangga kepada ke321 murid yang bisa sukses menyelesaikan studi selama kurang lebih 3 tahun di SMAN 1 Nabire.
Sehingga selaku ketua ikatan alumni mengatakan, ke321 murid yang sudah resmi tamat belajar di SMAN 1 Nabire pada beberapa saat lalu, maka kalian secara otomatis tergabung dengan ikatan Alumni yang jumlahnya sudah cukup banyak yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di tanah Papua.
Untuk saat ini lulusan SMAN 527 (namanya dulunya) Nabire, pada beberapa tahun silam tercatat sudah ada 3 orang yang menjabat sebagai Wakil Bupati (termasuk dirinya) dan satu orang lulusan SMAN 527 Nabire pada tahun 1991 kini menjadi Bupati di Negeri Seribu Pohon Bakau, yakni Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si.
Untuk itu, kedepan dari lulusan–lulusan SMAN 1 Nabire disaat ini dan selanjutnya jangan sia-siakan kesempatan dan dimanapun anak–anak atau adik-adik berada, selaku ketua ikatan alumni berpesan, jagalah almamater sampai nanti adik-adik menjadi orang hebat.
Sehingga selaku ketua ikatan alumni mau katakana bahwa, tidak ada guru yang iri hati, benci dan dendam pada muridnya, tetapi dari hasil didikan guru-guru kita di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang akan terlihat anak-anak hebat. “Untuk itu siapapun dia harus ingat kita pernah menjadi putih abu-abu,” ujarnya.
Terakhir dari semua itu, selaku ketua ikatan berpesan kepada 321 murid yang hari ini dikembalikan kepada orangtua murid lewat pengurus komite sekolah, harus ingat jangan pulang bikin aksi coret–mencoret, konfoi di jalan maupun aksi-aksi lainnya, tetapi pulanglah ke rumah dan berdoa mengucap syukur kepada Tuhan atas kelulusan ini dan persiapkanlah dirimu untuk melanjutkan Pendidikan. Perpisahan bukan akhir dari pendidikan, tapi awal dari petualangan baru menghadapi masa depan dengan penuh harapan.(des)
Bagikan artikel ini



