Ketua DPRD Dogiyai Pimpin Palang Jalan di KM 131
NABIRE - Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw bersama sejumlah anggota DPRD Dogiyai, turunkan belasan warga melakukan aksi pemalangan J
Bagikan
NABIRE - Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw bersama sejumlah anggota DPRD Dogiyai, turunkan belasan warga melakukan aksi pemalangan Jalan Trans Papua tepatnya di KM 131. Diketahui sebelumnya, Selasa (7/4) lalu Ketua DPRD Dogiyai bersama sejumlah anggota DPRD Dogiyai meninjau Posko Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai di KM 100 Distrik Siriwo, Nabire. Ternyata ada temuan 4 fakta dalam pencegahan dan pengawasan covid-19. Hal itu mendorong para wakil rakyat Dogiyai menurunkan belasan warga untuk memalang jalan trans Papua di KM 131. Sesuai media realesse yang diteriman wartawan media ini dari anggota DPRD Dogiyai, Agustinus Tebai, Rabu (08/04/20) menyebutkan empat fakta yang menjadi pokok alasan atas pemalangan jalan tersebut, pertama, adanya keluhan tim medis yang bertugas di Pokso Terpadu km 100 Siriwo terkait minimnya APD sehingga berresiko terpapar virus Korona. Pokok alasan kedua, lalai menjelankan keputusan Forkopimda tiga kabupaten (Deiyai, Dogiyai dan Paniai) dikarenakan adanya sejumlah oknum pejabat pergi pulangan Nabire dari dan ke kabupaten asal. Alasan ketiga adalah, kedapatan adanya masyarakat pergi pulang Nabire dari dan ke tempat asal ketiga kabupaten yang selalu saja berujung adu mulut dengan Tim Gugus Tugas Covid yang bertugas di km 100 Siriwo. Pokok alasan yang keempat adalah DPRD menilai Gugus Tugas Covid-19 yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak menjalankan sosialisasi terkait social descanting kepada warga masyarakat Kabupaten Dogiyai. Terkesan tidak buat apa-apa. Tulis Agus, grafis pandemic virus korona dimana-mana terus mengkak naik. Sementara para tenaga medis terus dibayagi kekwatiran terpapar virus Korona karena minimnya APD saat bertugas. Bahkan dikalangan masyarakat hingga para pejabat terkesan rawan kesadaran. Oleh karena itu solusinya adalah pemalang jalan agar semua askes jalur darat terhenti. Pembukaan pemalangan Jalan Trans Papua di km 131 akan disesusikan dengan keputusan Forkompinda provinsi Papua. (eby)
Bagikan artikel ini



