Ketua DP Apresiasi Para Guru se Kabupaten Dogiyai
NABIRE – Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay menyampaikan apresiasi dan hormat kepada semua satuan pend
Bagikan
NABIRE – Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay menyampaikan
apresiasi dan hormat kepada semua satuan pendidikan yang ada terutama para guru
mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan
Sekolah Menengah Kejuruan Kabupaten Dogiyai. Karena, para pendidik di satuan
pendidikan dari SD hingga SMA/SMK telah menyelesaikan tugasnya, melaksanakan
ujian akhir tahun ajaran 2017/2018 dengan baik dan lancar, walaupun tanpa
dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai. Hanya dengan itikad baik dari para pendidik di sekolah yang berhasil menyelesaikan tugas,
melaksanakan ujian akhir, tanpa menggantungkan harapan dana pelaksanaan kepada
pemerintah. Para guru menyadari akan tanggung jawabnya kepada generasi muda
sebagai harapan bangsa kedepan, mereka bisa melaksanakan ujian akhir tahun
ajaran untuk meluluskan peserta didik. Ketua DP, Yusak Ernest Tebay di Nabire, Selasa (8/5) mengatakan dedikasi para guru yang dengan
tulus melaksanakan salah satu tugas negara, mencerdaskan bangsa di Kabupaten
Dogiyai, dengan melaksanakan ujian akhir tahun ajaran ini patut diapresiasi.
Karena, sekalipun Pemkab Dogiyai tidak mengelontorkan dana ujian, pendidik di
semua lembaga pendidikan menyelenggarakan ujian akhir tahun ajaran. Ketua DP yang juga Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai ini
sangat menyayangkan sikap eksekutif yang tidak menganggarkan dana ujian sekolah
dalam tahun anggaran 2018. Padahal, ujian akhir merupakan agenda nasional dan
agenda tahunan, setiap akhir tahun ajaran sehingga tidak mungkin dilupakan dan
wajib dianggarkan setiap tahun anggaran. Yusak menyatakan heran, tidak masuknya dana pelaksanaan ujian dalam tahun anggaran 2018. Sebab,
tahun-tahun sebelumnya, selalu ada dana pelaksanaan ujian akhir di setiap
satuan pendidikan. Oleh sebab itu, Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai meminta eksekutif khususnya kepada Bupati,
Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Eksekutif bersama instansi teknis khususnya
Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai untuk segera mempertanggungjawabkan mengapa
tidak ada dana untuk pelaksanaan ujian akhir untuk tahun ajaran 2018. Ketua DP mengungkap, sesuai monitoring di 5 SMP Negeri yang dipusatkan di Bomomani,
Distrik Mapia, dana ujian akhir yang seharusnya diterima Rp500 – Rp600 per
peserta. Yang lebih parah untuk pelaksanaan ujian tingkat SD, dimana dalam
tahun ajaran ini di Kabupaten Dogiyai sebanyak 1500 murid yang mengikuti ujian.
(ans)
Bagikan artikel ini



