NABIRE - Ketua Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMII) Kabupaten Nabire, Rohman Duta, menyampaikan kekhawatiran terkait keberadaan depot air minum isi ulang yang berdekatan dengan sumber air limbah. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara pengurus DAMII Nabire dengan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, yang berlangsung di ruang Kantor Dinas Perindustrian, Selasa (11/02/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Rohman Duta menyoroti beberapa depot air minum yang lokasinya berdekatan dengan saluran pembuangan air limbah, limbah warung makan. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi mencemari kualitas air yang dihasilkan oleh depot-depot tersebut, sehingga dapat membahayakan kesehatan konsumen.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari sumber air baku yang digunakan oleh depot air minum dan pada akhirnya berdampak pada kualitas air yang kita konsumsi,” ujarnya.

Lanjut Rohman, pihaknya telah melakukan survei terhadap sejumlah depot air minum di Nabire dan menemukan beberapa depot yang lokasinya tidak memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Ia berharap dinas perindustrian dapat menindaklanjuti temuan ini dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi kekhawatiran DAMII, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nabire, Yohanes Aris Pakombong, SE.,MSi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Ia juga berjanji akan melakukan inspeksi terhadap depot-depot air minum yang diduga melanggar standar kesehatan dan kebersihan.

“Kami akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap depot-depot air minum yang dilaporkan oleh DAMII. Jika memang terbukti melanggar standar, maka kami akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Aris Pakombong juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih depot air minum isi ulang. Ia menyarankan agar masyarakat memilih depot yang memiliki izin usaha yang jelas, serta memperhatikan kebersihan dan sanitasi depot tersebut.

Pertemuan antara DAMII dan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas air minum isi ulang di Kabupaten Nabire. Dengan demikian, masyarakat dapat terjamin kesehatannya dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh air minum yang tidak berkualitas.

Selain itu, Aris Pakombong juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan air limbah di Kabupaten Nabire. Ia menilai bahwa pengelolaan air limbah yang buruk merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran sumber air baku yang digunakan oleh depot air minum.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam menangani masalah pengelolaan air limbah. Dengan pengelolaan air limbah yang baik, kita dapat mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas air yang kita konsumsi,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan antara DAMII dan dinas perindustrian untuk terus menjalin komunikasi dan kerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas air minum isi ulang di Kabupaten Nabire. Kedua belah pihak berharap, dengan kerjasama yang baik, masalah depot air minum yang berdekatan dengan air limbah dapat segera teratasi dan masyarakat dapat menikmati air minum yang sehat dan berkualitas.(sam)