Keterlibatan UMKM di CFD Nabire Makin Meroket, Pak Gubernur Jangan Stop!

NABIRE - Panitia Car Free Day (CFD) di Nabire Papua Tengah membukukan catatan positif dalam empat kali pelaksanaan kegiatan pada setiap hari Sabtu. Sebanyak 3.000 lebih peserta turut hadir dalam CFD keempat, dan sebanyak 80 Usaha Mirkro Kecil dan Menengah (UMKM) terlibat pada pelaksanaan CFD tersebut.
“Untuk pelaksanaan CFD kali ini memberi indikasi, meroketnya keterlibatan UMKM dalam pelaksanaan CFD. CFD ketiga, Sabtu (28/6/25) lalu terlibat hanya 38 UMKM, sedangkan kali keempat ini sebanyak 80 UMKM yang terlibat, dan peserta yang hadir pun tembus 3.000 lebih. Ini sangat fantastik,” ujar Ketua Panitia CFD 2025, Zam Iwan Setiawan Alam, S.Kom, dalam rapat evasluasi, usai mendengarkan laporan hasil pembukaan dari tim, Sabtu (5/7/2025).
Dari 80 UMKM yang terlibat, kata Iwan, sebanyak 56 UMKM adalah Mama-mama Papua, sedangkan sebanyak 24 UMKM adalah non-Papua. Ada lonjakan keterlibatan UMKM pada pelaksanaan sebelumnya.
“Pelaksanaan CFD ke-3 lalu, UMKM OAP yang terlibat sebanyak 18 ketimbang hari ini sebanyak 56 UMKM. Sedang non-OAP lalu sebanyak 22 dan untuk hari ini sebanyak 24. Jadi adanya peningakatan keterlibatan UMKM, terutama UKM OAP,” bebernya.
Iwan mengatakan, pencapaian itu tidak terlepas dari hasil kerja keras tim dalam mensosialiasi CFD melalui saluran media-media yang tersedia. Selain itu keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah daerah, pihak perbankan di Nabire, kepolisian dan semua peserta yang mempunyai komitmen sama.
“Ini hasil kerja kita semua. Baik itu tim, para awak media, Pemda, kepolisian, perbankan dan semua peserta yang hadir. Saya pikir itu komitmen kita bersama,” tuturnya.
Iwan mengaku, sejak awal Gubernur Papua Tengah memerintahkan kepada Tim Car Free Day untuk tidak hanya menjadi ajang rekreasi sehat, tetapi juga simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat dan UMKM dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung perekonomian lokal.
“Gubernur sudah tegaskan kepada kita (panitia) untuk memberikan akses kepada UMKM dalam pelaksanaan CFD dan para pelaku UMKM terlibat. Ternyata ini bagian dari strategi Gubernur, Meki Nawipa untuk mengembangkan ekonomi lokal,” akunya.
Dikatakan Iwan, kreaktifatas dan inovasi-inovasi produk lokal para UMKM juga mengalami peningkatan. Dari bahan lokal yang dipasarkan, maupun dari sisi kemasan.
“Di sini ada sisi persaingan sehat dalam mempasarkan hasil produk mereka. Akan ada motivasi untuk selalu berivosi,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil yang laporkan, yakni 48 dari 80 para pelaku UMKM terlibat, tim pembukuan mencatat perputaran uang pada CFD keempat itu, menyentuh Rp23 juta lebih.
“Rata-rata pendapatan dari 48 UMKM yang sudah melaporkan, pendapatan mereka minimal 400 ribu, dan paling tinggi Rp1.700.000,” tandasnya.
Mama Yuli, salah satu dari 80 pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan itu mengatakan, pak Gubernur, Car Free Day tak usah distop, tapi laksanakan terus untuk mendukung para pelaku UMKM di Nabire.
“Kami berharap itu begini, bapak Gubernur Papua Tengah, Car Free Day tidak usah stop. Tapi laksanakan terus karena membantu kami para UMKM kecil ini untuk dapat mengembangkan usaha kami,” pinta Yuli, kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.
Pantauan Papuapos Nabire, dari suasana yang tercipta pada pelaksanaan Car Free Day tidak hanya menjadi anjang untuk berolahraga dan menikmati udara seger, namun juga menjadi peluang empuk bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan usahanya. Setiap pekan, jualan para pedagang laris terjual oleh ribuan pengunjung yang datang.(you)
Bagikan artikel ini


