NABIRE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire yang menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan di wilayah ini seringkali menghadapi tantangan besar terkait kapasitas ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Banyaknya pasien yang datang, terutama dari berbagai kabupaten sekitar, membuat IGD sering terlihat penuh, menimbulkan kesan adanya kekurangan fasilitas seperti tempat tidur dan tiang infus. 

Situasi ini diklarifikasi langsung oleh Ketua Tim Humas BLUD RSUD Nabire, Agus Saputra, S.Kep., Ns., M.Kep. "Memang pasien di RSUD Nabire sering penuh," kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/08/2025). Ketika pasien datang, kebetulan IGD lagi penuh. Jadi, mereka harus ditempatkan di ruangan lain dulu sebelum mendapatkan tempat tidur. Kondisi ini terjadi karena RSUD Nabire adalah rumah sakit rujukan utama bagi beberapa kabupaten di sekitarnya, sehingga jumlah pasien yang masuk sering kali melebihi kapasitas IGD yang ada.

Agus menjelaskan, bahwa persepsi publik mengenai kekurangan tempat tidur muncul karena lonjakan jumlah pasien yang dirawat. "Saking banyaknya pasien yang berkunjung atau dirawat di rumah sakit, seakan-akan rumah sakit, terutama di IGD kekurangan tempat tidur. Ini disebabkan karena hanya ada satu rumah sakit di Nabire," ujarnya. 

Jika ada rumah sakit lain, pihak RSUD Nabire bisa memberikan alternatif rujukan untuk pasien agar tidak terjadi penumpukan.

Lebih lanjut, Agus menyoroti masalah rujukan dari klinik yang terkadang dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. "Terkadang ada dari klinik yang merujuk pasien tanpa adanya konfirmasi ke rumah sakit atau ke IGD untuk menanyakan ketersediaan tempat tidur," jelasnya. 

Akibatnya, pasien datang tiba-tiba saat kondisi IGD sudah penuh, menambah kepadatan dan antrean.

Agus menekankan bahwa ketersediaan tempat tidur di RSUD Nabire sebenarnya mencukupi jika melihat kapasitas secara keseluruhan. Namun, karena tidak ada rumah sakit lain di Nabire, semua pasien tertuju pada satu tempat. "Sebenarnya tempat tidur di rumah sakit cukup, tapi karena kita satu-satunya di Nabire, kita tidak bisa merujuk ke tempat lain," ungkapnya.

Dengan kondisi ini, pihak RSUD Nabire berharap akan ada pembangunan rumah sakit baru di Nabire. "Kalau dari RSUD Nabire, kami berharap ada rumah sakit baru di Nabire sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di sini," kata Agus. 

Harapan ini muncul sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan pasien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Nabire dan sekitarnya.(amd)