NABIRE - Kini sudah memasuki awal tahun 2017, kembali masyarakat bertanya atas keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire dalam menjawab pembangunan tiga jembatan dalam kota Nabire yakni Jembatan Kali Nabire, Jembatan Siriwini Atas alias depan Denzipur 12 OHH dan Jembatan Kali Siriwini Bawah yang kini mengalami kerusakan serius.Beberapa pihak atau masyarakat ditemui wartawan media ini semenjak tahun 2016 lalu hingga awal tahun 2017 ini menuturkan belum ada keseriusan Pemda soal tiga jembatan dalam kota yang mengalami kerusakan, sehingga terlihat ada pengalihan arus lalu lintas yang berkepanjangan yang dapat mengakibatkan kemacetan. Hal ini bisa saja kita lihat pada arus lalu lintas di ruas Jalan Poros Nabire – Samabusa, yang mana terjadi kemacetan saat ada Kapal Putih yang masuk, dimana para pengendara roda dua maupun roda empat serta kendaraan container hanya bisa lewat dengan cara saling pengertian dengan tingkat kehati-hatian sangat tinggi.Salah seorang Sopir Angkot jurusan Samabusa, Yaman yang ditemui Papuapos Nabire belum lama ini menuturkan, dari depan Markas Komando Denzipur kami para sopir hanya bisa saling pengertian, sebab ada pengalihan kendaraan hingga melewati jembatan Kali Siriwini Atas dan inipun berjalan cukup lama dan hingga kini belum ada perhatian dari Pemda Nabire.Untuk itu, selaku Sopir hanya bisa berharap kepada Pemda agar ada perhatian yang serius atas jembatan Kali Nabire Atas, Jembatan Kali Siriwini Atas dan Jembatan Kali Siriwini Bawah yang hingga kini rusak serius dan belum ada langkah tegas dari Pemda untuk memperbaiki tiga jembatan tersebut guna kelancaran arus lalulintas kembali normal.(des)