NABIRE  – Dimana-mana selalu saja dikatakan jalan dan jembatan merupakan akses utama perputaran roda perekonomian bagi masyarakat, Namun kenyataan di lapangan hingga saat ini belum ada keseriusan dari Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Nabire pada Jembatan Sanoba Bawah, yang kini lagi mengalami kerusakan serius.Pemda Nabire melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) semestinya tidak harus tinggal diam, sebab di wilayah Kampung Waharia ada dua lokasi yang memberikan masukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kas daerah, yakni Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan pengelolaan wisata Pantai Gedo yang telah jelas ada pemasukan bagi daerah.Sehingga Pemda harus berpikir bijak memperbaiki atau membangun jembatan permanen di Kali Sanoba Bawah agar memberikan akses pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sebab pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberikan syarat bagi semua nelayan agar hasil tangkapan dapat didaratkan lewat PPI Sanoba.Demikian dikatakan Aksamina Waray/Womas kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu di seputar Pantai Gedo Nabire seraya menambahkan, PPI dan Pantai Gedo dua asset besar yang memberikan masukan pagi PAD Kabupaten Nabire, namun akses jembatan menuju dua lokasi ini, Jembatan Sanoba Bawah mengalami kerusakan serius.Sehingga dari kerusakan jembatan Sanoba Bawah ini membuat para penada ikan maupun pembeli ikan serta para pengunjung saat liburan ke pantai Wisata Gedo terlihat sangat berkurang dari biasanya dan apabila pengunjung berkurang juga akan berimbas pada pemasukan PAD melalui pembelian karcis masuk di Pantai Wisata Gedo, juga bagi masyarakat dan penada ikan yang masuk membeli ikan di pantai PPI Sanoba.Untuk itu sebagai masyarakat Kampung Waharia yang sudah bertahun-tahun tinggal di seputar Pantai Gedo meminta adanya kebijakan langsung dari Pemda Kabupaten Nabire soal pembangunan jembatan Kali Sanoba Bawah dari jembatan seni permanen menjadi jembatan permanen beton agar akses jalan bawah tetap baik dan lancar. (des)