NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd secara tegas meminta kepada para Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) yang hingga saat ini calon peserta ujiannya belum bisa lancar Membaca, Menulis dan Menghitung (3M) agar lebih giat lagi dengan menggunakan waktu jelang ujian. Dimana berdasarkan hasil Sidak yang dilakukan Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang SD, dan para pengawas, telah ditemukan ada murid kelas VI yang juga calon peserta ujian di tahun pelajaran 2019/2020 hingga saat ini belum lancar 3M. Sehingga diharapkan dalam kurun waktu dua hingga 3 bulan ini, Kepsek dan guru kelas diharapkan lebih memaksimalkan tugasnya dengan baik, sebab sangat memalukan dan lebih celaka lagi kalau selama 6 tahun anak belajar di SD tidak bisa lancar 3M. Demikian dikatakan Yulianus Pasang, kepada Papuapos awal pekan lalu di ruang kerjanya seraya menambahkan, nama-nama anak yang belum bisa lancar 3M telah kami kantongi bersama asal sekolahnya, sehingga kini kami berikan waktu apa bisa berubah atau tidak, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita guru untuk mencerdaskan anak-anak bangsa atau masyarakat di daerah ini. Untuk itu, bagi kepala sekolah SD yang merasa anak-anak murid kelas VI atau yang telah diusulkan menjadi calon peserta ujian diakhir tahun pelajaran 2019/2020, diharapkan untuk gunakan waktu sisa jelang ujian dengan pemberian les tambahan guna calon peserta ujian lancar 3M. Apabila tidak ada perubahan bagi murid yang tidak bisa 3M dan ditemukan pada masa mendatang hal ini tentunya menjadi tanggung jawab penuh kepala sekolah, tetapi juga guru kelas atau wali kelas dengan mendapatkan sanksi adminitrasi. Sementara bagi murid kelas VI yang tidak bisa lancar 3M dan telah diusulkan menjadi calon peserta ujian diakhir tahun pelajaran 2019/2020 juga secara adminitrasi akan dibatalkan untuk tidak bisa mengikuti ujian, sehingga dengan waktu yang ada ini Kepsek dan guru kelas VI harus lebih maksimal melakukan pengayaan yang lebih baik.(des)