NABIRE - Pada saat memberikan arahan bagi kepala sekolah dan dewan guru di SMP Negeri 3 Nabire, Selasa, 23 Februari 2021, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd meminta agar Kepala Sekolah (Kepsek), dewan guru dan murid harus jujur saat penularan wabah Covid-19.

Sebab, berdasarkan data di lapangan pada beberapa saat lalu dengan adanya ketidakjujuran seorang kepala sekolah dan juga guru yang bersangkutan akhirnya telah terjadi korban jiwa yang lambat dibantu oleh pihak tim Covid-19.

Akibat dari ketidakjujuran itu, pandemi Covid-19 akhirnya berpindah atau menular ke teman lain  berdasarkan data hasil rapid tes, sehingga mulai saat ini setelah rapid tes, kita guru dan murid wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sementara ada beberapa sekolah lain yang juga terdapat guru yang positif diserang corona dilaporkan segera dan ada tindakan langsung sehingga virus Covid-19 tidak menular kepada teman guru maupun murid lain, ini semua karena berkat kejujuran.

Beradasarkan data di lapangan sudah ada sejumlah korban jiwa yang berasal dari keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire (guru) dan semua ini muncul atau terjadi di awal tahun 2021 ini, sehingga kita guru dan murid wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Dan jangan kita guru dan murid saat ke sekolah saja yang bisa memakai masker, tetapi ke pasar dan pesta tidak pakai masker.

“Guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar, maka guru harus memberikan pemahaman dan pengertian yang baik kepada masyarakat soal wabah Covid-19,” tegasnya.

Untuk itu, selaku kepala dinas telah meminta dan menegaskan, bahwa kegiatan rapid tes merupakan hal wajib yang diikuti oleh semua guru  tanpa terkecuali dan bagi guru yang tidak rapid tes jangan diijinkan untuk ke sekolah maupun masuk kelas dan tatap muka langsung dengan murid.(des)