NABIRE - Semenjak akhir bulan Maret hingga saat ini proses atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah tidak lagi dilaksanakan secara maksimal melalui kegiatan tatap muka di kelas antara guru dan murid. Hal ini tentunya bukan disengajai, tetapi begitu cepatnya wabah dan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang begitu cepat menyebar di seluruh negara bahkan Indonesia dan di Provinsi Papua.

Dengan demikian Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan meliburkan semua sekolah yang dimulai dari Sabang hingga Merauke, karena virus corona lebih cepat menyebar antara sesama manusia di tempat kumpulan orang banyak.

Untuk itu Presiden RI Ir. Haji Joko Widodo secara tegas meminta agar semua lapisan masyarakat termasuk anak sekolah harus belajar di rumah dengan menggunakan tiga strategi. Dimana strategi pertama belajar melalui media online di HP, dimana guru dapat mengirim pesan pelajaran dan tugas, media kedua melalui Radio Republik Indonesia (RRI) melalui program Ibu Pertiwi memanggil dan strategi ketiga guru memberikan pelajaran dan tugas secara manual.

Dan untuk media online dan program ibu pertiwi memanggil sudah berjalan, dimana untuk RRI dan para guru dapat mengajar secara langsung dan anak–anak dapat mengikutinya melalui radio secara live (langsung).

Namun perlu kita sadari, bahwa tidak semua murid memiliki Hp canggih dan juga radio, sehingga Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd secara tegas meminta agar program belajar di rumah secara manual juga harus dilaksanakan Kepala Sekolah (Kepsek) bersama dewan guru atau guru matapelajaran/guru kelas.(des)