Kepemimpinan Mesak Magai Akan Perhatikan Serius Sektor Keagamaan
NABIRE – Gereja adalah tempat untuk membina iman umat yang juga warga masyarakat Nabire. Maka sangat penting memberi perhatian terhadap sektor keagamaan di dalam membangunan daerah. Dalam kepemimpinannya nanti, kata Mesak Magai, S.Sos, M.Si, pihaknya akan memberi perhatian serius di sektor keagamaan.

NABIRE – Gereja
adalah tempat untuk membina iman umat yang juga warga masyarakat Nabire. Maka sangat penting memberi perhatian
terhadap sektor keagamaan di dalam membangunan daerah. Dalam kepemimpinannya
nanti, kata Mesak Magai, S.Sos, M.Si, pihaknya akan memberi perhatian serius di
sektor keagamaan.
“Di Nabire banyak
agama, masyarakatnya hetrogen. Bangun daerah memang tugas yang berat, tidak
semudah membalik telapak tangan. Maka dukungan dan partisipasi dari semua pihak
bahkan warga masyarakat, sangatlah penting,” kata Mesak, dalam sambutannya saat
peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Katolik St. Antonius Padua,
Bumi Wonorejo, Minggu (24/10/21) lalu.
Bupati Terpilih
Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si didampingi administrator sesan
Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuaiyo, Pr, Pastor Paroki, Benny Magai, PR,
Ketua Dewan Paroki, melakukan peletakan batu pertama gedung Gereja Katolik St.
Antonius Padua, Bumi Wonorejo, Minggu (24/10/21 lalu.
Seusai peletakan
batu pertama pembangunan gereja katolik, Mesak Magai menyampaikan ucapan terima
kasih kepada umat Bumi Wonorejo. Telah diberi kepercayaan kepada dirinya untuk
melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja katolik.
“Saya masih belum
dilantik menjadi bupati terpilih, namun kalian masih berikan kesempatan kepada
saya untuk lakukan peletakan batu pertama gedung gereja katolik Wonorejo, saya
sampaikan terima kasih,” kata Mesak.
Lebih lanjut dikatakan
Mesak, di dalam pembangunan gedung gereja, sangat utama, bangun kebersamaan,
kerjasama, partisipasi dan harus ada kerja keras dari umatnya. Setelah
terbangun kekuatan kebersamaan umat pasti akan terbuka dukungan dan partisipasi
dari luar.
Dia juga
mengharapkan kepada pihak gereja, agar terus bergandengan tangan bersama
pemerintah daerah dalam membangun daerah. Khususnya dalam membangun iman umat
melalui pelayanan–pelayanan rohani kepada umat yang juga sebagai warga Nabire.
Kata Mesak,
dirinya secara resmi belum dilantik sebagai Bupati Nabire tetapi ditempat ini
diundang sebagai bupati dan dibanggakan sebagai Bupati Nabire. Sehingga
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh umat katolik Paroki St.
Antonius serta Uskup Timika, para Pastor Paroki, Diakon dan Suster yang berada
di wilayah Keuskupan Timika.
“Ucapan selamat
ulang tahun kepada Paroki St. Antonius Bumiwonorejo Nabire genap umur 1 tahun.
Kita ketahui bahwa Nabire sebagai satu kota sentral dan didiami berbagai suku
bangsa dan agama. Sehingga kami
pemerintah daerah tetap mendukung hingga kami minta masyarakat Kabupaten Nabire
tetap menciptakan Nabire aman, damai dan sejahtera,” katanya.
Administraktor
Diosesan Uskup Timika, Pastor Marhten Ekowaibi Kuayo, Pr, mengatakan, dirinya
sebagai pimpinan gereja katolik Keuskupan Timika meminta pemerintah Kabupaten
Nabire untuk perhatikan suku-suku asli Kabupaten Nabire. Seperti Suku Wate,
Ausee dan sebagainya. Sehingga mereka sebagai garda terdepan untuk dilibatkan
dalam pembangunan dan melindungi hak-hak mereka agar kedepannya mereka bisa
bersaing dengan suku-suku lain di Papua.
Ketua panitia
pembangunan gedung gereja katolik, Osea Petege, SE mengatakan, pembangunan
gedung Gereja Katolik Santo Antonius Bumiwonorejo berukuran 30 x 40, RAB dan denah
yang dibuat oleh konsultan membutuhkan dana senilai 12 milyar 600 juta
lebih. Sehingga penting partisipasi umat
dan pemerintah Kabupaten Nabire.
Acara dilanjutkan
peletakan batu pertama dari admnistrastor sesan Keuskupan Timika, Pastor
Marthen Kuaiyo, Pr, Pastor Paroki, Benny Magai, Pr, dan pelatakan batu pertama
dari keterwakilan perempuan, anak-anak, pemuda.
Peletakan batu
pertama pembangunan gedung gereja diwarnai acara ebamukai (acara sumbangan suka
rela, red) di halaman gereja, dipimpinan langsung adminitrastor sesan Keuskupan
Timika, Pastor Marthen Kuaiyo, Pr. Dana
yang diperoleh melalui sumbangan suka rela maupun sumbangan melalui janji iman,
jumlahnya 300 juta lebih. Sebagai dana awal pembangunan gedung gereja katolik
yang akan dibangun dengan ukuran gedung gereja 50 X 80 meter. (hbb/modes)
Bagikan artikel ini



