Kepemimpinan Bupati Mesak dan Cerita Kodok Tuli yang Menginspirasi
NABIRE – Saat acara syukuran atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nabire di Graha Bethesda beberapa hari lalu, Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si, sempat menceritakan kisah kodok tuli. Bahkan kata Bupati Mesak, cerita keberhasilan kodok tuli dalam sebuah pertandingan, sama halnya dengan apa yang akan dirinya terapkan dalam kepemimpinannya.

NABIRE – Saat acara syukuran atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nabire di Graha Bethesda beberapa hari lalu, Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si, sempat menceritakan kisah kodok tuli. Bahkan kata Bupati Mesak, cerita keberhasilan kodok tuli dalam sebuah pertandingan, sama halnya dengan apa yang akan dirinya terapkan dalam kepemimpinannya.
Bupati Mesak Magai menuturkan, pada beberapa waktu lalu ketika dirinya menghadiri salah satu acara syukuran, disitu ada cerita menarik dari seorang hamba Tuhan (Pastor, red). Hamba Tuhan bercerita terkait dengan cara mengisi birokrasi pemerintahan.
Bupati Mesak mengkisahkan seperti yang didengar dari cerita hamba Tuhan, ada satu pertandingan yang diikuti peserta yang keseluruhannya adalah dari jenis kodok. Tidak hanya peserta, penonton dan wasit pun adalah jenis kodok.
Dikisahkan, ketika kodok pertama memanjat, pada saat sampai di pertengahan, mendengar ada teriakan dari kodok penonton. Teriakan kodok penonton untuk kodok peserta begini “Kodok ko pendek, ko perut besar, tidak mampu.” Mendengar teriakan dari penonton kodok, kodok yang ikut pertandingan gugup dan akhirnya terjatuh. Peserta pertandingan kodok kedua juga sama nasibnya.
Namun tidak terjadi untuk peserta kodok yang ketiga. Saat bertanding, kodok ketiga ini malas tahu dan akhirnya bisa tembus sampai ujung dan hadiah di atas pun diambilnya.
Wasit pun heran dengan keberhasilan peserta kodok ketiga ini. Wasit bertanya kepada kodok yang ketiga, apa alasan bisa lolos sampai di atas. Dan ternyata, peserta kodok ketiga itu tuli. Kodok ini tidak pernah dengar teriakan, omongan dari mana pun.
“Maka pada saat ini dalam mengisi pembangunan ke depan, entah itu birokrasi apapun semua, ada yang bicara bahwa dari kelompok ini akan mereka dua akan dengar dan sebagainya, kami dua ini kodok tuli. Kami sampaikan bahwa ide dan gagasan dari pikiran yang ada dalam kami itu yang akan kami terapkan dalam mengisi pembangunan ke depan,” tutur Bupati Mesak dengan mantap. (ros)
Bagikan artikel ini



